Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Survei CISA: PDIP Masih Mendominasi, Disusul Demokrat dan Golkar

MINGGU, 05 SEPTEMBER 2021 | 03:56 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam peta elektoral partai politik di Indonesia hingga saat ini masih cukup kuat. Hal ini terlihat dari hasil survei terbaru Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) bertajuk "Pandemi: Persepsi Publik dan Tren Politik Terkini".  

Dijelaskan Direktur Eksekutif CISA, Herry Mendrofa, hasil survei menunjukkan PDIP meraih 24,58 persen.

Disusul Partai Demokrat yang konsisten di peringkat kedua dengan 18,75 persen. Lalu Partai Golkar yang meraup 14,25 persen di posisi ketiga, serta diikuti Partai Kebangkitan Bangsa yang mendapatkan 10,67 persen.


Sementara Gerindra dan Nasdem tidak berada di posisi lima besar. Selain itu, penguatan elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera membuat PAN dan PPP tetap berada di posisi terakhir.

“Gerindra mengalami penurunan dan mendapatkan 7,25 persen. Sedangkan PKS kembali konsisten menguat di angka 9,33 persen, serta Nasdem harus puas karena hanya mendapatkan 5,33 persen," papar Herry melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (4/9).

Di posisi terakhir, lanjut Herry, dihuni Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendapat 3,75 persen dan Partai Persatuan Pembanguan (PPP) sebesar 2,92 persen.

Namun, kata dia, masih terdapat 3,17 persen masyarakat yang tidak menjawab soal partai politik.

Survei CISA yang dilakukan pada 27-31 Agustus 2021 ini menyasar 1.200 responden di 34 provinsi dan memiliki margin of error 2,85 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya