Berita

Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto/Repro

Hukum

KPK Kebut Kasus Tunggakan Pimpinan Sebelumnya

JUMAT, 03 SEPTEMBER 2021 | 19:29 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah mengebut untuk menyelesaikan perkara-perkara yang belum selesai sejak peninggalan pimpinan KPK era Agus Rahardjo dkk.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto menanggapi penahanan terhadap salah satu tersangka pengadaan jasa konsultasi di Perum Jasa Tirta II, Andririni Yaktiningsasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 2018 lalu.

"Dari dulu saya ungkapkan bahwa over load dari kasus-kasus yang ada, yang carry over (menopang) dari tahun 2018,2019, 2020 ini memang menumpuk. Kami kemarin menyampaikan, kami berupaya semaksimal mungkin untuk segera menyelesaikan kasus-kasus yang (menumpuk) ini," ujar Karyoto kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat sore (3/9).


Karyoto pun menjelaskan alasannya masih banyak perkara yang nunggak. Salah satunya dikarenakan pandemi Covid-19 dan adanya pembatasan kegiatan masyarakat.

Kata Karyoto, dalam waktu satu tahun kasus ini tidak akan selesai. Apalagi, pandemi Covid-19 memberi batasan kepada semua orang, baik yang dipanggil maupun orang yang memanggil.

"Yang kita tau ketika kemarin PPKM begitu ketatnya, jangankan masyarakat, kita sendiri yang aparat juga masih sangat perlu hati-hati dan waspada, karena kalau kita kena (Covid-19) ya lumayan dampaknya," jelas Karyoto.

Kendala tersebut sebenarnya kata Karyoto, merupakan kendala yang klasik yang saat ini sedang KPK benahi.

"Semua penyidik sekarang sedang ngebut, tidak ada, apa istilahnya, ketertinggalan kemarin. Sebenarnya kalau penyidik itu WFH itu tidak ada, kalau WFH ya tidak ada kerjaan, paling-paling WFH Sabtu Minggu aja mereka menyelesaikan resume," pungkas Karyoto.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya