Berita

Pengamat politik Emrus Sihombing/Net

Politik

Emrus Sihombing: Wacana Amandemen UUD '45 Hanya Disampaikan Aktor Politik Tertentu

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 18:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Isu mengenai amandemen UUD 1945 mencuat dan menjadi polemik di kalangan masyarakat. Semula, munculnya ide mengamandemenkan UUD 45 bertujuan untuk mengembalikan marwah MPR RI menjadi lembaga tertinggi negara.

Belakangan justru isu liar berkembang dan merembet soal wacana perpanjangan masa jabatan presiden.

Pengamat politik Emrus Sihombing mengatakan, isu amandemen UUD 1945 ini digulirkan oleh sekelompok orang tertentu.


“Saya menyatakan isu tentang amandemen itu itu hanya disampaikan oleh segelintir orang saja. Oleh aktor-aktor politik tertentu saja,” kata Emrus dalam acara diskusi Dialektika Demokrasi, dengan tema Nasib Pemilu 2024 di Tengah Wacana Amandemen, Media Center DPR/MPR RI, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (2/9).

Dosen ilmu politik dari Universitas Pelita Harapan ini menambahkan, belum ada institusi dari pemerintah yang memunculkan wacana amandemen UUD 45.

Menurutnya, isu itu dimunculkan oleh sekelompok orang saja atau individu. Ia menganalisa, dari perspektif komunikasi politik, wacana jabatan presiden 3 periode belum memiliki kekuatan politik.

“Bahkan saya mati belum ada salah satu institusi negara atau pemerintah atau yang menyampaikan itu secara organisatoris dari 1 organisasi kemasyarakatan jadi cenderung itu disampaikan oleh satu individu yang bersangkutan sebagai pandangannya,” ucapnya.

Selain itu, kata Emrus, salah satu yang diwacanakan dalam amandemen UUD 45 itu adalah ihwal adanya penambahan masa jabatan preisden yang sempat digulirkan oleh pengamat politik M.Qodari.

Emrus menambahkan tidak elok memunculkan isu tiga periode presiden di tengah situasi sulit akibat hantaman pandemi virus corona baru (Covid-19) saat ini.

“Saya kira tidak tepat waktu ketika menyampaikan, tidak tepat momen, saya tidak tahu agenda politik kawan ini apa dibalik itu,"demikian komentar Emrus.

Apalagi, kata Emrus wacana presiden 3 periode tidak di respons positif oleh Jokowi sebagai pihak terkait yang didorong menambah masa jabatan.

"Amandemen undang undang dasar yang sedang diwacanakan maupun 3 periode saat ini yang diwacanakan dalam amandemen itu. Saya pikir garis sudut komunikasi politik tidak punya powerful,” tandasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Junta dan Kelompok Etnis Myanmar

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:07

Status Tersangka Febrie Adriansyah Sempat Diralat, Yusril Harap Kejagung On The Track

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:05

Kemlu Pastikan Penutupan Bandara di Arab Saudi Tak Berdampak pada Jemaah Umrah Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:51

Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela dari Istana

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:47

Kemlu Ungkap Kondisi Terkini WNI Usai AS Kembali Menyerang Iran

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:45

Pemerintah Siapkan Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun untuk Pengusaha

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:43

Menko PM Dorong USG Jadi Pusat Lahirnya SDM Unggul Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Imparsial Desak Perpres Nomor 66/2025 Dicabut

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Mendagri Pilih Bungkam soal Fenomena Sekolah Sepi Murid

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:22

Lionel Messi Bawa Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:14

Selengkapnya