Berita

Kemeriahan terlihat di sepanjang jalan di Kota Kandahar, Afghanistan, pada Rabu1 September ketika Taliban merayakan kemenangannya dengan pawai militer/Net

Dunia

Taliban Rayakan Kemenangan dengan Gelar Parade Militer, Pamerkan Berbagai Kendaraan Rampasan dari AS

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 11:50 WIB

Kemeriahan terlihat di sepanjang jalan di Kota Kandahar, Afghanistan, pada Rabu (1/9). Ratusan bendera putih Taliban nampak berkibar di atas kendaraan-kendaraan militer yang berjajar. Inilah parade besar yang pertama setelah Afghanistan jatuh ke tangan Taliban.  

Taliban merayakan kepergian AS sebagai kemenangannya atas perang selama 20 tahun dengan menggelar parade 'mewah'. Mereka memamerkan sejumlah kendaraan buatan Amerika yang mereka sita selama pengambilalihan cepat negara itu.

Rekaman video yang beredar luas di internet menunjukkan berbagai macam kendaraan militer membawa ratusan pejuang Taliban, melewati jalan-jalan di wilayah Kandahar, dengan sorak sorai penuh rasa syukur.


Kendaraan-kendaraan itu, yang disita dari tentara Afghanistan yang sekarang sudah tidak berfungsi, membunyikan sirene, memekakkan suasana siang yang terik.

RT melaporkan pada Kamis (2/9), lusinan mobil lapis baja Humvee dari berbagai model, serta kendaraan patroli M1117 ikut ditampilkan dalam parade tersebut.

Para pejuang Taliban juga mengendarai International MaxxPro MRAPs, ditambah banyak truk pick-up lunak yang dulunya milik polisi paramiliter Afghanistan. Setidaknya satu helikopter Black Hawk juga ditampilkan selama parade. Pesawat, yang membawa bendera kelompok itu, terbang pada ketinggian yang sangat rendah.

Beberapa truk terlihat membawa beberapa tokoh pejuang Taliban yang mengacungkan senjata. Kemudian truk flatbed lainnya terlihat membawa artileri.

Perayaan Kandahar juga menampilkan rapat umum yang diadakan oleh gubernur provinsi yang ditunjuk Taliban, Haji Yousaf Wafa. Gubernur dilaporkan berorasi di lapangan kriket setempat, memuji kemenangan Taliban dan memimpin doa bersama untuk menandai acara tersebut.

Selama beberapa minggu terakhir, Taliban melancarkan serangan luas terhadap militer Afghanistan, menguasai sebagian besar negara. Serangan memuncak dalam pengambilalihan ibukota negara Kabul dan disintegrasi pemerintah.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya