Berita

Paus Fransiskus/Net

Dunia

Paus Fransiskus Kutip Kata-kata Putin: Hentikan Membangun Demokrasi di Negara Lain

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 08:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Situasi di Afghanistan menjadi semakin rumit sebab tidak semua kemungkinan diperhitungkan dengan matang. Dalam wawancaranya selama satu jam dengan radio Spanyol, Paus Fransiskus mengomentari konsekwensi dari penarikan pasukan AS serta adanya campur tangan dari berbagai pihak.

Paus juga mengkritik keterlibatan Barat selama dua dekade di Afghanistan sebagai upaya orang luar untuk memaksakan demokrasi.

"Tidak semua kemungkinan diperhitungkan di sini, saya tidak ingin menghakimi, tapi bisa saja ada banyak muslihat di pihak otoritas baru di negara yang dilanda perang," katanya dalam wawancara dengan radio Spanyol, COPE pada Rabu (1/9), seperti dikutip dari Washington Post.


Saat ditanya tentang peta politik baru yang terbentuk di Afghanistan setelah Taliban berkuasa, Paus mengatakan dia akan menjawab dengan kutipan dari Kanselir Jerman, yang dia gambarkan sebagai salah satu tokoh politik terbesar di dunia.

“Kebijakan intervensi yang tidak bertanggung jawab dari luar, membangun demokrasi di negara lain, dan mengabaikan tradisi masyarakat, itu semua perlu diakhiri," kata Paus, menggunakan terjemahannya sendiri ke dalam bahasa Spanyol.

Namun, sebenarnya kata-kata itu adalah kutipan dari Presiden Rusia Vladimir Putin saat pertemuannya dengan Angela Merkel di Moskow bulan lalu.

Selama pertemuan pada 20 Agustus, Putin dengan pedas mengkritik Barat atas Afghanistan, mengatakan bahwa serangan cepat Taliban atas negara itu menunjukkan kesia-siaan upaya Barat untuk menegakkan visi demokrasinya sendiri.

Merkel, sementara itu, mendesak Rusia untuk menggunakan kontaknya dengan Taliban untuk menekan warga Afghanistan yang membantu Jerman agar diizinkan meninggalkan Afghanistan.

Dalam wawancaranya, Paus memastikan bahwa diplomat tinggi Vatikan telah menawarkan bantuan untuk Afghansitan. Gereja Katolik juga telah aktif dalam memberikan bantuan amal dan koridor kemanusiaan untuk membantu warga Afghanistan mencari tempat yang aman di tempat lain.

Paus mengimbau kepada masyarakat luas untuk sama-sama mendoakan mereka yang berada dalam kesulitan di Afghanistan dengan doa dan berpuasa.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya