Berita

Mantan Menteri Pertambangan Afghanistan, Nargis Nehan/Net

Dunia

Ragukan Janji-janji Taliban, Mantan Menteri Perempuan Afghanistan Ingin Kembali Pulang dan Bekerja dengan Sejumlah Syarat

RABU, 01 SEPTEMBER 2021 | 12:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan Menteri Pertambangan Afghanistan, Nargis Nehan, yang dievakuasi ke Norwegia menyatakan dirinya sedang memprtimbangan untuk kembali ke negaranya dan bekerja di bawah pemerintahan Taliban, tetapi tentunya dengan sejumlah syarat.

Hal tersebut disampaikan mantan menteri perempuan itu dalam sebuah wawancara eksklusif bersama media Jerman DW pada Selasa (31/8) waktu setempat.

“Saya berkomitmen untuk orang-orang saya, dan saya ingin melakukan apa pun yang saya bisa untuk memperbaiki hidup mereka,” katanya.


“Jika itu berarti saya harus pergi dan bekerja dengan Taliban, selama mereka benar-benar menerima hak asasi manusia dan mereka memberi kami hak asasi manusia dasar yang layak kami miliki, maka kami bersedia bekerja sama dengan mereka,” ujarnya.

Pernyataannya datang tak lama setelah Taliban mengatakan bahwa mereka akan mengumumkan pemerintah mereka setelah AS selesai menarik pasukan dari Afghanistan.

Nehan mengatakan, jika Taliban menginginkan dukungan perempuan, mereka harus mengerti bahwa para perempuan Afghanistan harus berekspresi karena mereka memiliki harapan. Para perempuan ingin menjadi bagian dari pemerintah.

"Kami ingin menjadi bagian dari pengambilan keputusan. Kami hanya melihat pemerintahan seperti apa yang mereka inginkan akan terbentuk,” katanya.

Taliban telah mencoba untuk memberikan nada damai tak lama setelah mereka merebut kendali atas Afghanistan. Mereka menjanjikan kebebasan pers dan bersumpah untuk menghormati hak-hak perempuan dalam batas-batas Islam.

Tetapi klaim "moderat" Taliban memudar dengan cepat, dengan laporan penangkapan mantan pegawai pemerintah, menindak perbedaan pendapat dan menargetkan keluarga wartawan.

Nehan mengatakan bahwa dirinya mewaspadai janji-janji Taliban untuk tidak terlalu menindas perempuan kali ini, sebab katanya, kelompok itu tidak memiliki kebijakan yang jelas.

“Mereka mengatakan aturan mereka didasarkan pada hak-hak Islam dan budaya Afghanistan, di situlah kebingungan dimulai karena Afghanistan adalah negara yang sangat beragam dan Anda memiliki budaya yang berbeda dan beragam. Jadi ketika mereka mengatakan budaya kami, itu membingungkan bagi kami untuk memahaminya. budaya apa yang mereka maksudkan,” kata Nehan.

“Kami berharap begitu mereka membentuk pemerintahan, itu akan menjadi pemerintahan yang inklusif,” ujarnya.

Taliban harus memiliki perwakilan dari jenis kelamin yang berbeda, dari latar belakang sosial yang berbeda, orang-orang dari semua ideologi, sehingga siapa pun yang tinggal di Afghanistan, entah bagaimana mereka melihat diri mereka sebagai bagian dari pemerintah itu, menurut Nehan. '

Dalam wawancara itu juga mengomentari penarikan pasukan AS dari Afghaistan, menyebut momen tersebut bukan hanya kejatuhan Kabul, lebih dari itu dia mengatakan itu adala jatuhnya umat manusia dan jatuhnya upaya seluruh komunitas internasional selama 20 tahun terakhir.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya