Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin/Net
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan yang dinilai penuh kekacauan oleh banyak pihak membuat Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin dan Ketua Kepala Staf Gabungan Mark Milley kewalahan.
Dua petinggi militer AS itu mendapatkan tekanan untuk keluar dari jabatannya.
Lewat surat terbuka yang dirilis pada Senin (30/8), 90 pensiunan jenderal dan laksamana menyerukan pengunduran diri Austin dan Milley lantaran lalai menjalankan tugas mereka.
Menurut para veteran, Austin dan Milley seharusnya menasihati Presiden Joe Biden terhadap penarikan pasukan AS.
"Keduanya gagal melakukan segala sesuatu dalam wewenang mereka untuk menghentikan penarikan yang tergesa-gesa, mereka harus mengundurkan diri," tegas para veteran, seperti dikutip
Sputnik.
Mereka juga mengatakan, dengan penarikan pasukan yang tergesa-gesa, AS telah menempatkan ribuan warganya ke dalam situasi yang berbahaya. Selain itu, banyak senjata AS juga akhirnya jatuh ke tangan Taliban.
"Konsekuensi dari bencana ini sangat besar dan akan bergema selama beberapa dekade dimulai dengan keselamatan orang Amerika dan Afghanistan yang tidak dapat bergerak dengan aman ke titik evakuasi. Hilangnya miliaran dolar dalam peralatan dan pasokan militer canggih jatuh ke tangan musuh kita adalah bencana," tambah mereka.
Para penandatangan juga berpendapat bahwa kerusakan reputasi Amerika Serikat sebagai akibat dari penarikan pasukan semakin tidak tergambarkan.
"Kami sekarang terlihat, dan akan terlihat selama bertahun-tahun, sebagai mitra yang tidak dapat diandalkan dalam perjanjian atau operasi multinasional. Kepercayaan di Amerika Serikat rusak tidak dapat diperbaiki," kata mereka.
Surat itu muncul beriringan dengan pengumuman Departemen Pertahanan AS bahwa semua pasukan AS telah ditarik mundur dari Afghanistan, sehari sebelum tenggat waktu 31 Desember yang ditetapkan Biden.