Berita

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin/Net

Dunia

Penarikan Pasukan AS Dinilai Kacau, Menhan Lloyd Austin Didesak Mundur

RABU, 01 SEPTEMBER 2021 | 11:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan yang dinilai penuh kekacauan oleh banyak pihak membuat Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin dan Ketua Kepala Staf Gabungan Mark Milley kewalahan.

Dua petinggi militer AS itu mendapatkan tekanan untuk keluar dari jabatannya.

Lewat surat terbuka yang dirilis pada Senin (30/8), 90 pensiunan jenderal dan laksamana menyerukan pengunduran diri Austin dan Milley lantaran lalai menjalankan tugas mereka.


Menurut para veteran, Austin dan Milley seharusnya menasihati Presiden Joe Biden terhadap penarikan pasukan AS.

"Keduanya gagal melakukan segala sesuatu dalam wewenang mereka untuk menghentikan penarikan yang tergesa-gesa, mereka harus mengundurkan diri," tegas para veteran, seperti dikutip Sputnik.

Mereka juga mengatakan, dengan penarikan pasukan yang tergesa-gesa, AS telah menempatkan ribuan warganya ke dalam situasi yang berbahaya. Selain itu, banyak senjata AS juga akhirnya jatuh ke tangan Taliban.

"Konsekuensi dari bencana ini sangat besar dan akan bergema selama beberapa dekade dimulai dengan keselamatan orang Amerika dan Afghanistan yang tidak dapat bergerak dengan aman ke titik evakuasi. Hilangnya miliaran dolar dalam peralatan dan pasokan militer canggih jatuh ke tangan musuh kita adalah bencana," tambah mereka.

Para penandatangan juga berpendapat bahwa kerusakan reputasi Amerika Serikat sebagai akibat dari penarikan pasukan semakin tidak tergambarkan.

"Kami sekarang terlihat, dan akan terlihat selama bertahun-tahun, sebagai mitra yang tidak dapat diandalkan dalam perjanjian atau operasi multinasional. Kepercayaan di Amerika Serikat rusak tidak dapat diperbaiki," kata mereka.

Surat itu muncul beriringan dengan pengumuman Departemen Pertahanan AS bahwa semua pasukan AS telah ditarik mundur dari Afghanistan, sehari sebelum tenggat waktu 31 Desember yang ditetapkan Biden.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya