Berita

Juru Bicara Taliban Suhail Shaheen di saluran Narasi Newsroom/Repro

Dunia

Jubir Taliban: Kami Membutuhkan Indonesia untuk Memainkan Perannya dalam Perdamaian dan Membangun Afghanistan

RABU, 01 SEPTEMBER 2021 | 07:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Taliban menaruh harapan besar kepada Indonesia untuk masa depan Afghanistan. Hal itu terungkap dari petikan wawancara Juru Bicara Taliban Suhail Shaheen di saluran Narasi Newsroom beberapa waktu lalu.  

Menurut Shaheen, Indonesia telah berperan dalam perdamaian dan rekonsiliasi Afghanistan. Pertemuan-pertemuan yang dilakukan pejabat tinggi Indonesia dengan kelompok Taliban beberapa tahun lalu, menunjukkan hubungan yang baik dan dekat. Sehingga harapan Taliban saat ini adalah peran Indonesia dalam membangun kembali Afghanistan.

"Sekarang pasukan kami ada di Kabul mereka menjaga keamanan perundingan berlanjut dengan para pemimpin dan personel Afghanistan. Jadi mereka akan membutuhkan Indonesia untuk memainkan perannya dalam pembangunan perdamaian negara kami," kata Shaheen.


Taliban berharap Indonesia bisa bekerjasama dengan Taliban dalam banyak hal, termasuk rekonstruksi pembangunan infrastruktur dan sektor pendidikan.

"Dengan itu mereka dapat mendukung membuka lapangan pekerjaan bagi rakyat kami dan membantu memberantas kemiskinan yang mereka hadapi di Afghanistan saat ini. Dan juga memainkan peran mereka dalam membangun perdamaian di negara ini," katanya.

Selain dengan Indonesia, Taliban juga memiliki hubungan baik dengan China. Namun begitu, ada banyak negara-negara lain yang memandang negatif kelompok ini dan mengaitkannya dengan kelompok Islam garis keras.

Menanggapi hal ini Shareen berharap Indonesia bisa membantu mengubah paradigma itu. Sebagai negara Islam yang besar dan hubungan yang telah berjalan baik dengan Taliban, Indonesia diharap bisa mengambil peran dalam memperbaiki citra Taliban di mata dunia.

"Kami memiliki harapan besar dari Indonesia sebagai saudara seiman dan negara Islam yang hebat. Jadi kami harap mereka bisa melakukan sesuai ekspektasi yang kami miliki terhadap mereka," ujar Shaheen.

Meski telah melakukan kunjungan dan kontak erat dengan para pejabat Indonesia, sebagian besar masyarakat Indonesia tetap memiliki pandangan yang berbeda dengan kelompok Taliban. Ada fenomena di mana terminologi 'Taliban' digunakan sebagai alat politisasi di Indonesia, misalnya untuk melemahkan KPK atau membungkam kritik kepada pemerintah.

Menanggapi pertanyaan dari jurnalis Narasi, Sharon M Sumolong itu, Shaheen mengatakan bahwa ia tidak memahami kondiri politik di Indonesia sehingga tidak bisa berkomnetar apa-apa.

"Saya tidak tahu tentang gejolak politik internal Indonesia, karena saya tidak tahu detailnya. Jika saya tahu saya akan menyampaikan pandangan saya kepadamu. Sampai serakang saya tidak bisa berkomnetar tentang itu," jawab Shaheen.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya