Berita

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto/Net

Politik

Pujian Prabowo kepada Jokowi sesuai Fakta juga Jujur dan Ikhlas

SELASA, 31 AGUSTUS 2021 | 14:39 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pujian yang dilayangkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, kepada Presiden Joko Widodo mendapat respons beragam dari masyarakat. Ada ada menilainya sebagai narasi hampa, tapi ada pula yang memberi apresiasi.

Nah, dalam pandangan Arief Poyuono, pujian Prabowo kepada Jokowi bukan sekadar basa-basi. Tapi sebuah pernyataan yang jujur apa adanya.

"Inilah sifat asli Prabowo Subianto yang saya tahu. Kalau benar ya bilang benar, kalau bagus ya bilang bagus, kalau busuk ya bilang busuk, kalau tidak bagus ya bilang tidak bagus," ucap Arief Poyuono di Jakarta, Selasa siang (31/8).


"Prabowo itu orang jujur dan ikhlas dalam memberikan penilaian terhadap sesuatu hal," sambungnya.

Ditambahkan mantan Waketum Gerindra ini, pujian Prabowo atas kinerja Jokowi dalam menanggulangi Covid-19 memang tulus, jujur, dan ikhlas. Bukan karena Prabowo ada di dalam pemerintahan Jokowi.

"Dan pujian Prabowo itu sesuai fakta kok, di mana penanggulangan Covid-19 oleh pemerintah berhasil. Ada ukurannya dan ada datanya kalau penanggulangan Covid-19 itu menunjukan progres ke arah yang baik," jelasnya.

Kemudian, lanjut Arief, Jokowi juga tidak mengklaim itu hasil kerja pribadinya. Tapi hasil kerjasama semua pihak dan peran serta masyarakat. Pun terjadi atas bantuan Tuhan Yang Maha Esa.

"Jadi pujian Prabowo pada Jokowi yang oleh banyak pihak dianggap tidak sesuai fakta mungkin pihak pihak tersebut kelamaan tidur atau belum move on kali ya. Dan terus ingin Prabowo berseberangan dengan Jokowi," pungkasnya.

Prabowo sebelumnya memuji kepemimpinan Jokowi dalam menangani Covid-19 yang dinilainya berjalan efektif.

"Kepemimpinan Pak Jokowi efektif, Pak. Saya mengakui itu dan saya hormat ke Bapak. Saya lihat, saya saksi, saya ikut di kabinet," kata Prabowo dalam pertemuan antara Jokowi dan para ketua umum dan petinggi partai koalisi pemerintah di Istana Negara, Sabtu lalu (28/8).

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya