Berita

Juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov/net

Dunia

Kremlin: Masih Terlalu Dini untuk Bicara Soal Status Gerakan Taliban di Rusia

SELASA, 31 AGUSTUS 2021 | 08:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Proses evakuasi warga yang dijadwalkan berakhir pada 31 Agustus masih menyisakan beberapa 'pekerjaan rumah'. Di antaranya, masih banyak warga dari beberapa negara yang tertinggal di bandara Kabul dan tidak dapat ikut diangkut. Sehingga pertanyaan tentang bagaimana perubahan status gerakan Taliban di Rusia, dianggap terlalu dini.  

Selama ini Rusia menganggap Taliban sebagai gerakan yang dilarang. Dengan berkuasanya Taliban atas Afghanistan, apakah Rusia akan mengubah status 'gerakan yang dilarang' itu, Juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan, perlu untuk meninjau dan melihat perkembangan selanjutnya, seperti apa langkah pertama Taliban.  

"Masih harus dilihat seperti apa langkah pertama mereka dan seperti apa kepemimpinan yang mereka bentuk," ujar Peskov kepada media pada Senin, seperti dikutip dari Tass.


Ia menjelaskan, pertanyaan itu terlalu dini untuk saat ini. Peskov mengingatkan lagi tentang pesan Presiden Vladimir Putin dalam pidatonya baru-baru ini, bahwa orang cenderung menunggu dan melihat langkah pertama yang akan diambil oleh kepemimpinan negara yang belum atau akan terbentuk.

"Jadi, mari kita ingat bahwa kepemimpinan Taliban, strukturnya belum selesai," kata Peskov lagi.

Pevkov mengingatkan rekan-rekan media bahwa saat ini adalah fase yang rumit di mana semua pasukan yang tergabung dari beberapa negara sedang menyelesaikan proses evakuasi orang asing dari Afghanistan.

Banjir pengungsi menyerbu bandara Kabul sejak kelompok Taliban menguasai Afghanistan. Banyak orang Afghanistan yang ingin meninggalkan negaranya karena kekhawatiran akan pemerintahan Taliban yang keras. Banjir pengungsi itu terjadi bersamaan dengan penarikan pasukan AS, sehingga bandara membludak penuh dan kekacauan tidak dapat dihindari.

Taliban menguasai wilayah negara itu dan memerintahkan semua pasukan asing untuk pergi pada 31 Agustus. Jika tidak, kehadiran mereka lebih lanjut akan dianggap sebagai pendudukan lebih lanjut.

Belum lama ini, serangan bom bunuh di diri di sekitar bandara telah menewaskan ratusan orang, termasuk pasukan AS dan Inggris. Kehadiran teroris di bandara semakin membuat suasana bertambah mencekam.

Rusia menyoroti janji-janji Taliban yang bersumpah akan menciptakan perdamaian di Afghanistan ketika mengumumkan kemenangannya atas Afghanistan.

"Sangat penting untuk melihat seperti apa langkah pertama Taliban dalam memerintah Afghanistan nantinya. Kesimpulannya dapat kita lihat nanti," ujar Peskov.

Taliban sendiri saat ini sedang berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai otoritas yang sah di Afganistan dari negara-negara barat.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya