Berita

Korea Utara akan memperingati 73 tahun berdirinya negara pada tanggal 9 September mendatang. Selama lebih dari tujuh dekade berdiri, negara itu berhasil "unjuk gigi" dalam hal perkembangan dan pembangunan di dalam negeri/Net

Dunia

73 Tahun Berdiri, Korea Utara Berhasil Unjuk Gigi dengan Pembangunan Rakyat

SENIN, 30 AGUSTUS 2021 | 23:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Utara akan memperingati 73 tahun berdirinya negara pada tanggal 9 September mendatang. Selama lebih dari tujuh dekade berdiri, negara itu berhasil "unjuk gigi" dalam hal perkembangan dan pembangunan di dalam negeri.

Bukan hanya itu, Korea Utara juga bisa memposisikan diri sebagai negara yang memiliki martabat dan kehormatan serta berhasil mengatasi berbagai macam tantangan dan kesulitan yang pernah menghadang.

Ibarat pepatah, "tak kenal maka tak sayang", maka ada baiknya kita mengenal dan memahami lebih dekat bagaimana negara itu membangun diri. Merujuk pada lembaran sejarah, setidaknya ada empat istilah yang bisa menggambarkan dengan jelas mengenai Korea Utara.


1. Korea Demokratik

Bermula sejak tanggal 15 Agustus 1945 di mana Korea dibebaskan dari pendudukan militer Jepang. Pada saat itu, warga Korea dihadapkan pada pilihan untuk memutuskan jalan mana yang harus diambil oleh Korea baru.

Korea kemudian memutuskan untuk mengadopsi jalan demokrasi ala Korea, yakni demokrasi progresif, dan bukan jalan demokrasi ala Uni Soviet maupun demokrasi ala Amerika Serikat.

Dengan jalan tersebut, maka berdirilah pemerintahan rakyat yang melakukan reformasi demokrasi di banyak sendi kehidupan, termasuk agraria, nasionalisasi industri-industri kunci dan kesetaraan gender.

Kemudian pada 9 September 1948, dunia menyambut hadirnya "Korea baru" atau yang kini dikenal dengan Korea Utara, atau nama resminya adalah Republik Rakyat Demokratik Korea.

2. Korea Heroik

Kemudian pada tahun 1950 hingga 1953, pecahlah Perang Korea yang berakhir dengan perjanjian gencatan senjata.

Bagi Korea Utara, Perang Korea merupakan momen di mana pasukan Amerika Serikat "menyombongkan diri" sebagai yang terkuat dan berusaha melumpuhkan Korea.

Bagi mereka, perang itu tidak ubahnya sebagai "konfrontasi antara bom dan pistol". Meski begitu, pasukan imperialis itu berhasil dipukul mundur dan bagi Korea Utara, itu merupakan momen heroik yang mendapat decak kagum dari publik dunia.

3. Chollima Korea

Usai periode perang, Amerika Serikat memandang sebelah mata Korea Utara dan dianggap tidak mampu bangkit dalam waktu cepat setelah menderita kerugian besar akibat perang.

Namun, bukan Korea Utara namanya jika tanpa semangat perjuangan. Setelah melalui periode perang yang pahit dan menyakitkan, warga Korea Utara justru dengan cepat bangkit untuk bisa menciptakan kehidupan baru.

Hanya dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, negara itu berhasil melakukan rekonstruksi besar-besaran. Beberapa tahun setelahnya, Korea Utara juga berhasil melakukan tugas industrialisasi sosialis yang masif, dalam semangat "Chollima" yang legendaris.

Chollima adalah sebuah kuda bersayap mistis yang berasal dari mitologi klasik di Asia Timur. Kuda itu memiiki rupa elok dan mitosnya bisa berlari 400 kilometer sehari.

4. Tanah Juche

Semangat perjuangan dan pembangunan yang dibawa oleh masyarakat Korea Utara merupakan bentuk nyata dari gagasan dasar negara itu, yakni Juche.

Setelah didirikan, Korea Utara berhasil melakukan konstruksi sosialis dengan menerapkan ide-ide Juche secara menyeluruh dan menangani segala sesuatu sesuai dengan kondisi spesifiknya dan kepentingan rakyatnya. Sebagai contoh, perawatan medis yang gratis dan menyeluruh bagi warga Korea Utara, serta pendidikan gratis bagi semua lapisan masyarakat.

Bukan hanya itu, Ide-ide Juche telah disebarluaskan ke seluruh dunia. Tercatat ada lebih dari 1.100 organisasi penelitian dan diseminasi di lebih dari 100 negara telah membentuk International Institute of Juche Idea.

Karena itulah, tidak heran bahwa Korea Utara juga dikenal luas sebagai "Tanah Juche".

5. Benteng Sosialis

Runtuhnya sosialisme di satu negara ke negara lain pada akhir abad terakhir melemahkan kepercayaan pada sosialisme di antara banyak orang di dunia. Pada saat itu, Ketua Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara, yakni Kim Jong Il konsisten membuat karya-karya penting publik. Salah satunya karyanya adalah "Sosialisme Adalah Ilmu" yang membuktikan keakuratan ilmiah dan kebenaran sosialisme dan kemenangan yang tidak terhindarkan.

Dalam karyanya itu, Kim Jong Il menegaskan bahwa pasukan imperialis berusaha untuk memanfaatkan runtuhnya kubu sosialis dunia. Namun Korea Utara berhasil mempertahankan sistem sosialisnya dan mengantarkan negara itu ke era baru untuk membangun negara sosialis yang kuat.

Korea Utara bahkan diakui oleh masyarakat internasional sebagai "benteng sosialis" yang tidak dapat dihancurkan oleh siapa pun dengan apa pun.

6. Negara Persatuan Satu Hati

Ketika Korea Utara terus bergerak maju dengan perkembangannya, negara-negara musuh memandang sebelah mata. Mereka bahkan berupaya untuk mengerem laju perkembangan Korea Utara dengan menerapkan berbagai cara, mulai dari tekanan militer hingga blokade ekonomi.

Meski begitu, hal tersebut tidak juga mampu melemahkan Korea Utara. Mengapa demikian? Bagi Korea Utara, alasan utama mengapa mereka bisa berhatan meski banyak "gempuran" musuh adalah persatuan satu hati di mana pemimpin nasional dan rakyat berbagi niat dan takdir. Hal inilah yang tidak dimiliki oleh banyak negara. Persatuan ini juga lah yang menjadi senjata politik paling kuat yang tidak dapat dihancurkan bahkan oleh bom nuklir.

Bagi Korea Utara, "negara persatuan satu hati" adalah nama yang paling tepat untuk mencirikan mereka.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya