Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Cegah Tekanan pada Siswa SD, China Larang Ujian Tertulis untuk Anak Usia 6 dan 7 Tahun

SENIN, 30 AGUSTUS 2021 | 16:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China terus melakukan upaya pembenahan di bidang pendidikan, salah satunya dengan melarang ujian tertulis untuk anak usia enam dan tujuh tahun. Otoritas berwenang menyampaikan, hal tersebut dilakukan untuk mengurangi tekanan pada siswa dan orang tua dalam sistem sekolah yang sangat kompetitif di negara itu.

Sistem berorientasi ujian China sebelumnya mengharuskan siswa untuk mengikuti ujian dari kelas satu dan seterusnya, yang berpuncak pada ujian masuk universitas yang ditakuti pada usia 18 yang dikenal sebagai gaokao, di mana satu nilai dapat menentukan masa depan seorang anak.

Gaokao adalah salah satu dari sedikit cara agar siswa pedesaan yang miskin dapat mengakses peluang pendidikan dan prospek kerja yang lebih baik di universitas terkemuka.


“Ujian terlalu sering  yang menyebabkan siswa terbebani dan berada di bawah tekanan ujian yang besar telah dibatalkan oleh Kementerian Pendidikan,” menurut pedoman baru yang dirilis Senin (30/8).

Kementerian juga mengatakan bahwa tekanan pada murid sejak usia muda bisa membahayakan kesehatan mental dan fisik mereka.

Peraturan tersebut juga membatasi ujian di tahun-tahun wajib belajar lainnya hanya satu kali semester, dengan ujian tengah semester dan ujian tiruan diperbolehkan di sekolah menengah pertama.

Otoritas kota Beijing pekan lalu juga mengumumkan bahwa guru harus merotasi sekolah setiap enam tahun, untuk mencegah konsentrasi talenta terbaik di beberapa sekolah. Pejabat pendidikan pada hari Senin mengulangi larangan sekolah mendirikan kelas "prioritas" untuk siswa berbakat.

Kementerian Pendidikan juga melarang pekerjaan rumah tertulis untuk siswa kelas satu dan dua awal tahun ini, dan membatasi pekerjaan rumah untuk siswa SMP tidak lebih dari 1,5 jam per malam.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya