Berita

Citra satelit menunjukkan silo-silo di gurun Provinsi Gansu, China/Net

Dunia

Gunakan Trik "Shell Game", China Tipu Dunia untuk Rahasiakan Kemampuan Nuklirnya

SENIN, 30 AGUSTUS 2021 | 10:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

RMOL. Sampai saat ini, sejauh mana kekuatan nuklir China masih menjadi misteri bagi dunia, seiring dengan upaya Beijing yang terus merahasiakannya.

Sekitar bulan lalu, Amerika Serikat (AS) melaporkan penemuan 120 silo baru di gurun yang terletak di Provinsi Gansu, China bagian barat, lewat gambar citra satelit.

Penemuan itu cukup mengejutkan lantaran hingga tahun lalu, Departemen Pertahanan AS menyebut China hanya memiliki 16 silo yang digunakan untuk rudal balistik antar-benua (ICBM) generasi baru dan hampir 200 hulu ledak.


Kebingungan dicampur kecurigaan dan kekhawatiran publik terhadap kemampuan nuklir China juga ditambah dengan berbagai jenis pembangunan ICBM dan kapal selam nuklir strategis oleh Beijing.

Peneliti di lembaga think-tank Amerika Center for Nonproliferation Studies, James Martin menyebut, silo-silo yang ditemukan oleh Washington Post di dekat kota Yumen digunakan untuk ICBM terbaru China, DF-41. Ia dan para pakar lainnya berpendapat, ICBM itu secara virtual dapat menjangkau seluruh Amerika Serikat (AS).

Selain itu, para peneliti di Federasi Ilmuwan Amerika (FAS) juga telah mengidentifikasi sekitar 110 silo yang sedang dibangun China di dekat kota Hami, Xinjiang timur lewat citra satelit.

Banyaknya penemuan "ladang silo" di China sangat kontras dengan berbagai pernyataan pejabat Beijing yang menekankan bahwa pembangunan nuklir mereka hanya digunakan untuk pencegahan minimum, dan bukan untuk mengobarkan perang nuklir.

Agresivitas China dalam mengembangkan senjata nuklir juga ditunjukkan dengan pembangunan sejumlah besar kapal selam nuklir strategis kelas 094. Ini berarti China ingin mengembangkan kemampuan senjata nuklir untuk seluruh matra, yaitu darat, udara, dan laut.

Sebuah opini dari The Economist memperkirakan China menggunakan trik "shell game" dlam pengembangan nuklirnya. Permainan itu ketika sebuah bola ditempatkan di bawah salah satu dari tiga cangkir, yang kemudian dikocok untuk menipu penonton tentang lokasi bola.

Trik "shell game" ini didukung dengan pandangan peneliti lembaga think-tank Amerika Carnegie Endowment, James Acton yang menyebut China sebenarnya tidak akan memiliki cukup bahan untuk mengisi semua silo miliknya karena Beijing telah berhenti memproduksi plutonium pada 1980-an. Informasi ini seakan menipu "penonton" bahwa China tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan nuklir.

Namun banyak juga pihak yang tidak sependapat, dengan menyebut China sebenarnya telah menunjukkan kemampuan nuklir mereka dari laporan tahunan kekuatan militer mereka yang meningkat secara dramatis.

Terlepas dari semua itu. China masih menolak mengakui pembangunan "ladang silo"-nya. Bahkan Beijing berdalih silo-silo itu merupakan kincir angin, seperti dimuat India Narrative.

Meski begitu, para ahli mendorong agar China ikut dalam perpanjangan pakta kontrol senjata antara AS dan Rusia, New START, yang sebenarnya telah berakhir pada Februari.

Pemerintahan Presiden Joe Biden juga berulang kali mendesak China masuk dalam kesepakatan. Meski China juga berulang kali menolaknya, dengan menyebut kemampuan nuklir mereka tidak setara dengan AS dan Rusia.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya