Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken/Net

Dunia

Blinken Ungkapkan Rasa Hormatnya Atas Keprihatinan China Terhadap Isu yang Berkaitan dengan Afghanistan

SENIN, 30 AGUSTUS 2021 | 09:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat diharapkan tidak benar-benar meninggalkan Afghanistan usai melakukan penarikan pasukan mereka. AS harus tetap memainkan perannya demi pembangunan masa depan Afghanistan.

Pernyataan itu dicetuskan dalam diskusi terbaru antara Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken yang berlangsung via telepon, Minggu (29/8).

Wang mengatakan perlu bagi semua pihak untuk terlibat dengan Taliban dan secara aktif membimbing mereka.


"AS khususnya perlu bekerja dengan komunitas internasional untuk memberikan bantuan ekonomi, mata pencaharian dan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan," katanya, seperti dikutip dari CGTN.

Wang juga mendesak AS untuk membantu pemerintah baru membangun struktur politik untuk mempertahankan operasi normal lembaga pemerintahan, keamanan dan stabilitas sosial, mengekang devaluasi mata uang dan kenaikan harga, dan memulai jalan menuju rekonstruksi damai sesegera mungkin.  

Pada kenyataannya, perang di Afghanistan belum mencapai tujuan menghilangkan pasukan teroris di negara itu, menurut Wang. Dia juga memperingatkan bahwa penarikan tergesa-gesa pasukan AS dan NATO kemungkinan akan memberikan peluang bagi kebangkitan berbagai jenis organisasi teroris di Afghanistan.

Oleh karena itu, Wang mendesak AS mengambil tindakan praktis untuk membantu Afghanistan mengendalikan terorisme dan menghentikan kekerasan, daripada terlibat dalam standar ganda atau memerangi terorisme secara selektif.

Mengenai hubungan China-AS Wang mengatakan negaranya akan menentukan bagaimana berinteraksi dengan AS berdasarkan sikap yang diambil Washington.

"Jika Washington juga ingin membawa hubungan China-AS kembali ke jalurnya, maka itu harus berhenti memfitnah China dan merusak kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan China," kata menteri luar negeri itu kepada Blinken.

Wang juga mendesak AS untuk menghentikan politisasi penelusuran asal-usul Covid-19, yang ia gambarkan sebagai "beban politik" yang ditinggalkan oleh bekas Pemerintahan AS sebelumnya.

Kepada Wang, Blinken mengungkapkan pemahaman dan rasa hormatnya atas keprihatinan China terhadap isu-isu yang berkaitan dengan Afghanistan.

Menanggapi keluhan Wang, Blinken mengatakan bahwa AS sebenarnya tidak bermaksud menyalahkan daerah mana pun atas penelusuran asal, tetapi menunjukkan bahwa kedua negara memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang diperlukan.  

Blinken mengatakan bahwa Washington ingin tetap berhubungan dengan China mengenai masalah ini.

Ia kemudian mengulang lagi pernyataan yang sama pada percakapan sebelumnya, bahwa sangat penting bagi Amerika Serikat dan China untuk menjaga komunikasi tentang isu-isu utama internasional dan regional.

"Saya setuju bahwa itu adalah tujuan bersama bagi Amerika Serikat dan China untuk mewujudkan hidup berdampingan secara damai, berharap kedua belah pihak akan mencari dan melakukan kerja sama. Tentu saja ada juga perbedaan yang jelas antara kedua belah pihak," kata Blinken.

Pihak AS menegaskan kembali penentangannya terhadap segala bentuk terorisme dan tidak mencari kerusuhan di wilayah perbatasan barat China. Evolusi situasi di Afghanistan sekali lagi menunjukkan bahwa sangat penting bagi Amerika Serikat dan China untuk bekerja sama dalam masalah keamanan regional secara konstruktif dan pragmatis.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya