Berita

Abdul Baqi Haqqani/Net

Dunia

Taliban Berjanji, Perempuan Boleh Menempuh Pendidikan Tinggi dengan Syarat

SENIN, 30 AGUSTUS 2021 | 06:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Salah satu kekhawatiran paling mendasar atas berkuasanya kembali Taliban di Afghanistan adalah penerapan kembali hukum syariat Islam yang ketat seperti saat mereka berkuasa di tahun 1990-an. Penerapan ini dipandang akan membatasi hak-hak kaum perempuan terutama dalam masalah pendidikan.

Namun, sebuah pernyataan terbaru dari Abdul Baqi Haqqani, pejabat menteri pendidikan tinggi Taliban sedikit memberi kelegaan, meskipun harus dilakukan dengan syarat tertentu.

Dia mengatakan wanita Afghanistan akan tetap diizinkan untuk belajar bahkan hingga perguruan tinggi, tetapi mereka akan melarang adanya kelas campuran.


"Orang-orang Afghanistan akan melanjutkan pendidikan tinggi mereka berdasarkan hukum Syariah dengan aman tanpa berada dalam lingkungan campuran pria dan wanita," katanya pada pertemuan dengan para tetua, dikenal sebagai loya jirga, Minggu (29/8), seperti dikutip dari AFP.

Taliban ingin menciptakan kurikulum yang masuk akal dan Islami yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, nasional dan sejarah, di sisi lain, mampu bersaing dengan negara lain.

Anak perempuan dan laki-laki juga akan dipisahkan di sekolah dasar dan menengah, yang sebenarnya sudah umum di seluruh Afghanistan yang dikenal sangat konservatif.

Taliban, di awal-awal mengambil alih kendali telah berjanji untuk menghormati kemajuan yang dicapai dalam hak-hak perempuan, tetapi hanya menurut interpretasi ketat mereka terhadap hukum Islam.

Apakah wanita dapat bekerja, mendapatkan pendidikan di semua tingkatan dan dapat bergaul dengan pria adalah beberapa pertanyaan yang paling mendesak hingga saat ini.

Tetapi rebranding Taliban diperlakukan dengan skeptis, dengan banyak yang mempertanyakan apakah kelompok itu akan tetap pada janjinya.

Tanda-tanda bahwa Taliban masih diragukan atas janjinya tercermin pada pertemuan Minggu, yang tidak membawa serta perwakilan perempuan.

"Kementerian pendidikan tinggi Taliban hanya berkonsultasi dengan guru dan siswa laki-laki untuk melanjutkan fungsi universitas," kata seorang dosen, yang bekerja di universitas kota selama pemerintahan terakhir.

Dia mengatakan itu menunjukkan pencegahan sistematis partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan dan kesenjangan antara komitmen dan tindakan Taliban.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya