Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron menjelaskan bahwa Prancis dan Inggris siap usulkan zona aman Kabul di pertemuan PBB/Net

Dunia

Perancis dan Inggris Berembuk, Usulkan Zona Aman Kabul ke PBB

MINGGU, 29 AGUSTUS 2021 | 18:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Prancis dan Inggris merupakan dua negara Eropa yang tidak tinggal diam melihat kondisi Afghanistan yang saat ini semakin jauh dari kata stabil.

Akhir pekan ini, kedua negara tersebut sepakat untuk mengajukan resolusi ke pertemuan darurat PBB yang akan dilaksanakan pada besok (Senin, 30/8). Prancis dan Inggris akan mengusulkan zona aman di Kabul demi mencoba dan melindungi orang yang mencoba meninggalkan Afghanistan.

"Proposal resolusi kami bertujuan untuk menentukan zona aman di Kabul, di bawah kendali PBB, yang akan memungkinkan operasi kemanusiaan berlanjut," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada surat kabar Prancis Le Journal du Dimanche (JDD) dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Minggu (29/8).


Pada kunjungan ke Mosul di Irak, Macron kemudian mengkonfirmasi komentar tersebut dan mengatakan dia berharap resolusi itu akan disambut dengan baik.

"Saya tidak bisa melihat siapa yang bisa menentang memungkinkan keselamatan operasi kemanusiaan," kata Macron, seperti dikabarkan Channel News Asia.

Pertemuan besok diinisiasi oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Pertemuan akan dihadiri oleh utusan PBB untuk Inggris, Prancis, Amerika Serikat, China dan Rusia yang merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memegang hak veto.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya