Berita

Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS era Donald Trump, John Bolton/Net

Dunia

John Bolton: Setelah Taliban Berkuasa, Nuklir Pakistan Berisiko Jatuh ke Tangan Ekstremis dan Membahayakan Dunia

MINGGU, 29 AGUSTUS 2021 | 10:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kedekatan hubungan antara Pakistan dan Taliban memicu kekhawatiran baru dari mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) era Donald Trump, John Bolton.

Dengan bangkitnya Taliban, Bolton menyoroti kemungkinan dukungan kelompok ekstremis di Pakistan akan meningkat dan pada saatnya mengambil alih pemerintahan yang memegang kendali atas senjata nuklir.

Dalam sebuah podcast bersama Washington Post yang dikutip India Narrative pada Minggu (29/8), Bolton mengatakan, sudah waktunya bagi AS untuk mengambil tindakan yang lebih keras terhadap Pakistan.


“Banyak konsekuensi mendalam dari eksodus Amerika dari Afghanistan bersaing untuk mendapatkan perhatian. Di antara tantangan utama, masa depan Pakistan menonjol,” kata Bolton.

Mantan Menteri Luar Negeri untuk Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional pada masa jabatan pertama George W. Bush itu menuturkan, selama beberapa dekade, Pakistan telah mengupayakan pengembangan senjata nuklir. Pada saat yang bersamaan mereka juga memberikan bantuan pada Taliban yang dianggap sebagai teroris oleh AS.

"Dengan jatuhnya Kabul, waktu untuk pengabaian atau penyangkalan telah berakhir. Pengambilalihan Taliban di sebelah segera menimbulkan risiko yang lebih tinggi. Ekstremis Pakistan akan meningkatkan pengaruh mereka yang sudah cukup besar di Islamabad, mengancam di beberapa titik untuk merebut kendali penuh," tambahnya.

Bolton berpendapat, jika rezim radikal berkuasa di Pakistan, maka akan meningkatkan ketegangan, bukan hanya di kawasan, namun juga dunia.

“Senjata semacam itu di tangan seorang ekstremis Pakistan akan secara dramatis membahayakan India, meningkatkan ketegangan di kawasan itu ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Prospek Pakistan menyelipkan hulu ledak ke teroris untuk meledak di mana saja di dunia akan membuat 9/11 baru yang jauh lebih mematikan,” terangnya.

Bahkan menurut Bolton, Inter-Services Intelligence (ISI) Pakistan telah lama menjadi sarang radikalisme, yang kini menyebar ke seluruh militer, ke pangkat yang tinggi.

"Kita harus menjelaskan kepada para pemimpin sipil bahwa Pakistan akan membayar harga yang sangat mahal jika mereka tidak menghentikan bantuan kepada Taliban," imbau Bolton.

Untuk itu, Bolton menyarankan agar AS segera menghapuskan Pakistan sebagai negara sekutu NATO, kemudian menjatuhkan sanksi terhadap Islamabad, serta memperkuat dukungan ke arah India.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya