Berita

Presiden Brasil Jair Bolsonaro/Net

Dunia

Bolsonaro: Pilihan Masa Depan Saya Hanya Ditangkap, Dibunuh, atau Menang Pilpres Brasil 2022

MINGGU, 29 AGUSTUS 2021 | 09:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali membuat pernyataan kontroversial lainnya menjelang akhir masa jabatannya yang pertama, dan pencalonannya pada pilpres 2022.

Berbicara kepada para pemimpin evangelis pada Sabtu (28/8), Bolsonaro mengatakan hanya ada tiga pilihan untuk masa depannya, yaitu ditangkap dan dipenjara, dibunuh dan meninggal, atau memenangkan pilpres 2022.

"Saya memiliki tiga alternatif untuk masa depan saya: ditangkap, dibunuh, atau menang," ujarnya, seperti dikutip Reuters.


Menurut Bolsonaro, opsi pertama tidak perlu dipertanyakan lagi.

"Tidak ada seorang pun di Bumi yang akan mengancamku," tegasnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, Bolsonaro aktif mempertanyakan sistem pemilihan elektronik Brasil dan mengancam tidak akan menerima hasil pilpres tahun depan. Dia juga telah menyerukan adopsi tanda terima tercetak, dan menyebut surat suara elektronik rentan terhadap penipuan.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin evangelis, Bolsonaro kembali mengkritik pengadilan pemilihan Brasil.

"Kami memiliki presiden yang tidak menginginkan atau memprovokasi perpecahan, tetapi semuanya memiliki batas dalam hidup. Saya tidak bisa terus hidup dengan ini," terangya.

Ketua pengadilan pemilihan Brasil, TSE, pada Rabu (25/8) mengatakan tidak ada masalah dengan sistem pemungutan suara elektronik, dan perdebatan mengenai adopsi surat suara cetak hanya membuang-buang fokus.

Bolsonaro juga mengundang para pemimpin evangelis untuk hadir pada kampanye nasionalnya pada 7 September.

Kelompok evangelis merupakan dukungan besar bagi Bolsonaro, dan mengantarkannya ke kemenangan pada pilpres 2018.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya