Berita

Jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid/Net

Dunia

Selain Susun Kabinet Baru, Taliban Cari Solusi Tangani Ekonomi Afghanistan yang Amblas

MINGGU, 29 AGUSTUS 2021 | 08:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taliban mengaku masih mempersiapkan kabinet pemerintahan yang baru, dan berusaha mencari solusi untuk ekonomi Afghanistan yang amblas, dengan mata uang jatuh tajam.

Jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid pada Sabtu (28/8) mengatakan, waktu mengenai pembentukkan kabinet baru masih belum jelas.

Reuters yang mengutip Mujahid sebelumnya melaporkan pengumuman akan dilakukan pada pekan depan. Tetapi kemudian Mujahid mengatakan susunan kabinet baru akan jelas dalam satu atau dua pekan ke depan.


Sementara terkait banyaknya pertanyaan mengenai keterlibatan perempuan dalam pemerintahan, Mujahid hanya mengatakan hal itu bisa dijawab oleh para pimpinan dan ia tidak bisa mengantisipasinya.

Di sisi lain, ada rasa frustrasi yang meningkat di Kabul atas kesulitan ekonomi parah yang disebabkan oleh anjloknya mata uang dan kenaikan harga pangan, dengan bank-bank masih tutup dua pekan setelah jatuhnya ibukota ke tangan Taliban.

Pada Sabtu, Taliban mengatakan bahwa bank diperintahkan untuk dibuka kembali dengan batas mingguan penarikan 200 hingga 20 ribu dolar Afghanistan.

Mujahid juga mengatakan para pejabat telah ditunjuk untuk menjalankan lembaga-lembaga utama termasuk kementerian kesehatan dan pendidikan masyarakat dan bank sentral.

Ekonomi, yang hancur setelah empat dekade perang, juga menghadapi kerugian miliaran dolar dalam bantuan asing, menyusul penarikan kedutaan besar Barat dari Afghanistan.

Mujahid mengatakan masalah ekonomi yang dialami akan berkurang begitu pemerintahan baru terbentuk.

"Kejatuhan Afganistan terhadap mata uang asing bersifat sementara dan karena situasi yang tiba-tiba berubah, akan kembali normal begitu sistem pemerintahan mulai berfungsi," tambahnya.

Mujahid juga mengimbau agar AS dan negara-negara Barat lainnya tetap mempertahankan hubungan diplomatik setelah menarik pasukan mereka.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya