Berita

Vaksin Covid-19 Moderna/Net

Dunia

Dua Orang Jepang Meninggal Usai Suntik Vaksin Moderna yang Diduga Terkontaminasi

MINGGU, 29 AGUSTUS 2021 | 06:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Otoritas kesehatan Jepang masih melakukan penyelidikan atas meninggalnya dua orang setelah menerima vaksin Covid-19 Moderna, yang kemungkinan terkontaminasi.

Dua orang tersebut adalah pria berusia 30-an yang mendapatkan dosis kedua vaksin Moderna pada Agustus. Mereka kemudian mengalami demam dan dua hari kemudian dilaporkan meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan lewat keterangannya pada Sabtu (28/8) menyebut, dua pria itu menerima suntikan vaksin dari salah satu manufaktur yang ditangguhkan pada awal pekan ini karena laporan kontaminasi atas 1,63 juta dosis vaksin Moderna.


Moderna menyebut kontaminasi sebagai "bahan partikulat" yang tidak menimbulkan masalah keamanan atau kemanjuran bagi vaksin.

Pada Sabtu, Moderna dan Takeda Pharmaceutical juga mengatakan telah mendapatkan informasi mengenai kematian dua pria tersebut. Namun hingga saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan kematian diakibatkan vaksin Moderna.

"Saat ini, kami tidak memiliki bukti bahwa kematian ini disebabkan oleh vaksin Covid-19 Moderna, dan penting untuk melakukan penyelidikan formal untuk menentukan apakah ada hubungannya,” kata perusahaan tersebut, seperti dikutip Reuters.

Moderna dan Takeda, pembuat obat yang mendistribusikan vaksin Moderna di Jepang, meluncurkan penyelidikan bersama dengan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang (MHLW) atas kematian tersebut.

Dimuat Asahi Shimbun, otoritas kesehatan menemukan bahan asing dalam setidaknya 390 dosis atau 39 vial vaksin Moderna yang berasal dari delapan lokasi vaksinasi.

Sejak temuan itu, Takeda meminta Moderna untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan sifat zat asing tersebut.

Pada awalnya, satu batch dengan total 565.400 dosis ditemukan dan ditunda karena masalah kontaminasi. Dua batch lagi ditemukan kemudian dan juga sedang diselidiki.

Kementerian Kesehatan Jepang kemudian meminta pusat distribusi untuk tidak menggunakan 1,63 juta dosis vaksin. Vaksin dikirim ke lebih dari 800 pusat di seluruh negeri.

Moderna mengatakan kontaminasi dapat disebabkan oleh masalah manufaktur di salah satu jalur produksi di Spanyol, yang dioperasikan oleh Rovi yang berbasis di Madrid.

Namun Badan Pengobatan Eropa (EMA) telah menginstruksikan pabrik di Spanyol pada 27 Agustus untuk terus memproduksi vaksin Moderna.

Jepang sendiri telah memberikan lebih dari 124 juta suntikan vaksin Covid-19, dengan sekitar 44 persen populasi diinokulasi penuh.

Pada 8 Agustus, 991 orang telah meninggal di Jepang setelah menerima suntikan vaksin Pfizer dan 11 lainnya setelah menerima vaksin Moderna. Tetapi Kementerian Kesehatan mengatakan, hal itu tidak ada hubungan sebab akibat antara suntikan dan kematian.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya