Berita

Laboratorium virologi di Wuhan, China/Net

Dunia

Pejabat AS Menyerah, Akui Hanya China yang Bisa Pecahkan Misteri Asal-usul Pandemi Covid-19

SABTU, 28 AGUSTUS 2021 | 12:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pejabat Amerika mengatakan bahwa hanya China yang dapat membantu memecahkan pertanyaan tentang asal usul sebenarnya dari virus corona yang kini telah menewaskan 4,6 juta orang di seluruh dunia.

Kesimpulan itu muncul sebagai tanggapan atas gagalnya upaya pihak intelijen AS membuktikan teori kebocoran lab Wuhan yang selama ini dicurigai sejumlah pihak sebagai biang keladi munculnya pandemi Covid-19.

"Komunitas intelijen AS tidak yakin dapat menyelesaikan perdebatan apakah insiden laboratorium China adalah sumber Covid-19 tanpa informasi lebih lanjut," kata para pejabat AS dalam ringkasan yang tidak diklasifikasikan pada hari Jumat, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (28/8).


"Kerja sama China kemungkinan besar akan diperlukan untuk mencapai penilaian konklusif tentang asal-usul Covid-19," kata mereka.

Presiden Joe Biden, yang menerima laporan rahasia awal pekan ini yang merangkum penyelidikan yang dia perintahkan, mengatakan Washington dan sekutunya akan terus menekan pemerintah China untuk mendapatkan jawaban.

"Informasi penting tentang asal mula pandemi ini ada di Republik Rakyat Tiongkok. Namun, sejak awal pejabat pemerintah di Tiongkok telah bekerja untuk mencegah penyelidik internasional dan anggota komunitas kesehatan masyarakat global mengaksesnya," kata Biden dalam sebuah pernyataan setelah ringkasan laporan dirilis.

Ringkasan, yang dirilis oleh Kantor Direktur Intelijen Nasional, ditetapkan untuk memperburuk perselisihan antara Beijing dan Washington pada saat hubungan kedua negara berada pada titik terendah dalam beberapa dekade.

Di Amerika Serikat, para aktivis khawatir penyelidikan itu juga dapat mendorong kekerasan terhadap orang Amerika keturunan Asia.

Ketua komite intelijen senat yang juga Senator Demokrat, Mark Warner, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa laporan itu menggarisbawahi China harus berhenti menghalangi penyelidikan internasional terhadap pandemi global yang telah menelan begitu banyak nyawa dan mata pencaharian di seluruh dunia.

China sendiri dengan tegas menolak teori Covid-19 lolos dari laboratorium virologi negara di Wuhan. Alih-alih menerima tudingan, China malah mendorong teori lain termasuk bahwa virus itu keluar dari laboratorium di Fort Detrick, Maryland, pada 2019.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya