Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Sehari Setelah Bom Kabul, AS Lancarkan Serangan Drone ke Markas ISIS di Wilayah Afghanistan Timur

SABTU, 28 AGUSTUS 2021 | 11:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat membuktikan ancamannya. Sehari setelah bom meledak di bandara Kabul, Jumat (27/8), pasukan AS melancarkan serangan pesawat tak berawak sebagai balasannya ke Afghanistan Timur yang menyasar kelompok ISIS.

Komando Pusat AS mengatakan serangan itu terjadi di provinsi Nangarhar, timur Kabul dan berbatasan dengan Pakistan.

“Indikasi awal adalah bahwa kami membunuh target. Kami tahu tidak ada korban sipil,” kata pernyataan militer AS, seperti dikutp dari AFP, Sabtu (28/8).


Negara Islam Khorasan (ISIS-K), afiliasi militan yang sebelumnya memerangi pasukan AS di Suriah dan Irak, mengklaim bahwa pihaknya bertanggung jawab atas serangan hari Kamis, yang menewaskan puluhan orang – termasuk warga Afghanistan yang berusaha meninggalkan negara itu.

Ada sekitar 5.000 tentara AS di bandara Kabul, membantu mengevakuasi warga Amerika, warga Afghanistan yang berisiko, dan warga negara lain sebelum batas waktu Biden pada Selasa (31/8) berakhir.

“Kami tidak akan memaafkan, kami tidak akan melupakan. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar," kata Joe Biden menanggapi serangan teror tersebut.

Tampak Biden menahan air mata dan suaranya pecah karena emosi saat dia berbicara tentang pahlawan Amerika yang meninggal. Dia memerintahkan bendera di Gedung Putih dan gedung-gedung publik di seluruh negeri diturunkan menjadi setengah tiang.

Pasukan AS di Kabul telah mengantisipasi serangan lain dari militan Negara Islam.

Jumat malam (27/8) Kedutaan Besar AS memperingatkan bahwa orang Amerika harus menghindari bepergian ke bandara karena ancaman keamanan, dan mereka yang berada di gerbang Biara, Timur, Utara atau Kementerian Dalam Negeri harus segera pergi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya