Berita

Asap dari dua ledakan bom di sekitar Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan pada Kamis, 28 Agustus 2021/AP

Dunia

Sebelum Ledakan di Bandara Kabul, AS dan Taliban Sudah Berbagi Informasi Intelijen

JUMAT, 27 AGUSTUS 2021 | 11:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) dan Taliban dilaporkan telah bekerja sama untuk berbagi informasi intelijen sebelum serangan teror dua ledakan bom di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul pada Kamis malam (26/8) waktu setempat.

Hal itu diungkap oleh Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Jenderal Kenneth McKenzie, beberapa jam setelah peristiwa ledakan yang menewaskan lebih dari 100 orang, termasuk 18 tentara AS.

McKenzie mengatakan, kerjasama antara AS dan Taliban itu berlandaskan tujuan sama kedua belah pihak untuk menyelesaikan misi evakuasi dengan tenggat waktu 31 Agustus.


"Selama kita menjaga tujuan bersama itu selaras, mereka berguna untuk bekerjasama," kata McKenzie selama pengarahan Departemen Pertahanan, seperti dikutip Fox Business.

Ia mengatakan, AS juga telah memberikan informasi mengenai ancaman terhadap bandara yang beberapa waktu terakhir telah dilaporkan media. Dalam prosesnya, AS telah memfilter informasi intelijen yang diberikan ke Taliban.

Kendati begitu, McKenzie mengatakan, ia tidak yakin jika Taliban sengaja membiarkan serangan itu atau memberikan informasi ke pihak-pihak tertentu. Namun ia juga tidak bisa memastikannya.

Mantan pejabat CIA yang juga mantan Direktur Keamanan untuk Microsoft, Michael Howard sendiri berpendapat, kerjasama berbagi informasi intelijen dengan Taliban di tengah kekacauan yang terjadi perlu sangat dilakukan dengan hati-hati.

Menurut Howard, di tengah proses evakuasi yang serampangan dan tergesa-gesa ini, AS kehilangan sebagian besar kemampuan pengumpuan intelijen di Afghanistan. Oleh karena itu, ada ketergantungan pada Taliban untuk intelijen yang kredibel.

Meski begitu, ia juga menggarisbawahi bahwa Taliban bukan sekutu, melainkan musuh yang dianggap sebagai kelompok teror oleh AS.

"Kita seharusnya tidak terlalu mempercayai Taliban. Taliban lah yang seharusnya memberi kami sebagian besar (informasi) ancaman intelijen mengingat mereka sekarang memiliki wilayah dan seolah-olah memiliki aset di lapangan," jelasnya.

Selain itu, Howard juga memperingatkan, jika AS memberi Taliban terlalu banyak intelijen, maka mereka kemungkinan bisa mengetahui cara atau metode yang dilakukan AS untuk mendapatkan informasi itu.

Terkait ledakan di Bandara Kabul, Howard mempertanyakan kemungkinan Taliban menyerahkan informasi intelijen dari AS ke pihak-pihak tertentu.

"Kita tidak boleh naif dalam hal ini," tambahnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya