Berita

Warga Afghanistan berbondong-bondong ke Bandara Internasional Hamid Karzai untuk dievakuasi/Net

Dunia

Ledakan di Bandara Kabul Ganggu Proses Evakuasi Jelang Tenggat Waktu

JUMAT, 27 AGUSTUS 2021 | 10:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Serangan teror yang terjadi di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul semakin mengganggu upaya evakuasi yang sudah chaos menjelang akhir tenggat waktu 31 Agustus.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, dua ledakan bom luar bandara pada Kamis (26/8) waktu setempat, telah menewaskan lebih dari 100 orang, dengan 90 di antaranya merupakan warga Afghanistan yang berusaha melarikan diri. Sebanyak 18 tentara Amerika Serikat (AS) yang bertugas untuk mengamankan evakuasi juga turut menjadi korban.

Setelah insiden tersebut, banyak negara yang kemudian menghentikan dan menunda proses evakuasi meski waktu yang diberikan Taliban semakin menipis.


Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan, proses evakuasi dari Afghanistan akan dihentikan sementara, dan dilanjutkan pada Jumat malam (27/8).

Sementara itu, pemerintah Belanda mengumumkan akan menghentikan proses evakuasi.

"Belanda telah mendapatkan informasi dari Amerika Serikat bahwa mereka harus pergi dan kemungkinan besar akan melakukan penerbangan terakhir hari ini," kata Kementerian Luar Negeri Belanda lewat surat kepada parlemen.

Menteri Luar Negeri Norwegia Ine Eriksen Soereide juga mengumumkan akan menghentikan sementara proses evakuasi.

"Pintu-pintu bandara saat ini ditutup dan tidak bisa lagi dimasuki orang," kata Soereide.

Polandia menjadi negara Eropa pertama yang mengumumkan penundaan evakuasi. Namun informasi terbaru menyebutkan Polandia telah mencabut penundaan tersebut.

Presiden AS Joe Biden sendiri menegaskan akan tetap melakukan proses evakuasi sesuai rencana yang akan berakhir pada 31 Agustus. Kendati begitu, ia memberi peringatan bahwa Washington akan membalas mereka yang bertanggung jawab atas meninggalnya belasan pasukan AS.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya