Berita

Pangkalan Angkatan Darat AS Fort Detrick, Maryland/Net

Dunia

Kirim Surat ke WHO, China Ajukan Permintaan Resmi Penyelidikan Asal-usul Virus Corona di Lab Fort Detrick

JUMAT, 27 AGUSTUS 2021 | 09:35 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China secara resmi telah menyampaikan permintaan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyelidiki asal-usul virus corona di laboratorium Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) Fort Detrick, Maryland.

Permintaan itu disampaikan Perwakilan Tetap China untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Chen Cu lewat surat yang ditujukan kepada Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dimuat Sputnik, Jumat (27/8).

Dalam suratnya, Chen menegaskan kembali ketidakmungkinan teori virus corona merupakan kebocoran dari laboratorium Wuhan, China.


"Jika beberapa pihak berpandangan bawa hipotesis 'kebocoran lab' tetap terbuka, maka laboratorium Fort Detrick dan University of North Carolina di AS harus tunduk pada penyelidikan transparan dengan akses penuh," lanjutnya.

Secara khusus, China meminta WHO untuk menyelidiki penelitian yang dilakukan oleh profesor ahli epidemiologi Ralph Baric dari University of North Carolina.

Itu sejalan dengan laporan Xinhua yang mempertanyakan penelitian Baric mengenai virus corona. Sebuah dokumen yang diterbitkan mennjukkan Baric dan timnya melakukan penelitian seputar gain-of-function dan upaya memodifikasi virus corona sejak 2008.

Chen menyertai suratnya dengan petisi online yang ditandatangani oleh lebih dari 25 juta warga negara China yang menuntut penyelidikan atas Fort Detrick.

Di dalamnya juga ada dua dokumen berjudul "Poin Meragukan Tentang Fort Detrick" dan "Penelitian Virus Corona yang Dilakukan oleh Tim Dr. Ralph Baric di Universitas Carolina Utara".

Direktur Jenderal Departemen Pengendalian dan Pelucutan Senjata di Kementerian Luar Negeri China, Fu Cong menyebut, masyarakat internasional memang telah lama khawatir mengenai kegiatan di Fort Detrick.

Fu juga menyoroti beberapa dugaan kecelakaan terkait keselamatan biologis yang terjadi di institut itu, termasuk penutupannya secara misterius pada Juli 2019, yang beriringan dengan kemunculan Covid-19.

Selain itu, ia juga menuding laboratorum itu melakukan penelitian mengenai senjata biologis yang tidak diketahui oleh komunitas internasional.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya