Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Studi: Tentara AS yang Bunuh Diri Akibat Perang Sejak Peristiwa 9/11 Menyentuh Angka 30.177 Jiwa

JUMAT, 27 AGUSTUS 2021 | 08:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penelitian terbaru yang diterbitkan di situs Digital Costs of War baru-bari ini cukup mencengangkan. Ternyata ada banyak tentara AS yang tewas bunuh diri. Jumlahnya bahkan jauh lebih banyak daripada yang tewas dalam peperangan.

Digital Costs of War dalam penelitiannya menyebut sejauh ini ada sekitar 30.177 tentara tewas dengan cara bunuh diri. Jumlahnya empat kali lebih banyak dari yang tewas karena serangan 11 September yang menelan nyawa 7.057 tentara dalam peristiwa World Trade Center di New York, hampir dua dekade lalu.

Serangan itu menandai awal perang AS melawan terorisme di ‘sudut gelap dunia’ mana pun. Posisi yang dipertahankan oleh Presiden George W. Bush saat ia meluncurkan kampanye militer melawan al-Qaeda dengan menginvasi Afghanistan pada 2001 dan kemudian Irak pada 2003 bersama-sama dengan sekutu mereka seperti Inggris.


Tingginya fenomena bunuh diri yang dilakukan para tentara itu membuktikan krisis kesehatan mental yang lebih luas.

“Tingkat kenaikan dalam hal itu melebihi populasi umum, sebuah perubahan yang mengkhawatirkan,  karena tingkat bunuh diri di antara anggota dinas tugas aktif secara historis lebih rendah,” kata penelitian tersebut, seperti dikutip dari Prensa Latina, Kamis (26/8).

Penelitian tersebut mengungkapkan, risiko yang melekat pada pertempuran dalam perang apa pun, paparan yang tinggi terhadap trauma, stres, budaya dan pelatihan militer, akses terus-menerus ke senjata dan kesulitan untuk berintegrasi kembali ke dalam kehidupan sipil adalah beberapa faktor yang mempengaruhi indikator tinggi.

Studi tersebut kemudian menyimpulkan bahwa kombinasi dari beberapa paparan traumatis, nyeri kronis, dan cedera fisik yang bertahan lama terkait dengan perilaku bunuh diri.

“Selain itu, perpanjangan perang yang panjang umumnya membuat pasukan lebih lama di lapangan, memberikan lebih banyak peluang untuk paparan traumatis,” katanya.

Biaya perang yang dikeluarkan AS setelah peristiwa 9/11 juga mencatatkan angka yang sangat fantastis. Jumlahnya melebihi 6,4 triliun dolar AS, selain biaya tinggi itu disertai dengan pelanggaran hak asasi manusia dan kebebasan sipil. Di sisi lain, lebih dari 38 juta orang di dunia menderita status pengungsi dan orang terlantar akibat konflik tersebut.

Analis juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat memiliki lebih dari 750 pangkalan militer yang ditanamkan di sekitar 80 negara di semua benua, yang sampai batas tertentu akan melanjutkan perang abadi versi Washington.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya