Berita

Pesawat evakuasi yang disewa oleh pengusaha George Abi-Habib harus lepas landas dengan hanya 50 kursi terisi, karena pengungsi Afghanistan dihadang di bandara/Twitter

Dunia

Diblokir AS dan Taliban, Pesawat Evakuasi ini Lepas Landas dengan Hampir 300 Kursi Kosong

KAMIS, 26 AGUSTUS 2021 | 14:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Upaya evakuasi di Afghanistan masih terus terjadi hingga saat ini, lebih dari sepekan setelah kelompok militan Taliban mengambil alih kekuasaan di negara itu. Ribuan orang masih berdesak-desakkan di bandara internasional di Kabul, mencari cara agar bisa dievakuasi ke negara asing. Mereka khawatir akan masa depannya di Afghanistan usai Taliban kembali berkuasa.

Di tengah situasi tersebut, pada Kamis (26/8) muncul kabar bahwa ada setidaknya satu penerbangan charter pribadi yang semula hendak mengevakuasi ratusan warga Afghanistan dari bandara Kabul, justru harus pulang dengan banyak bangku kosong. Dari kapasitas 345 kursi di pesawat itu, hanya 50 kursi yang terisi oleh warga Afghanistan yang dievakuasi.

Hal itu terjadi lantaran ada laporan bahwa pasukan Amerika Serikat dan Taliban mencegah warga Afghanistan untuk menaiki pesawat.


Mengutip kabar yang dimuat Russia Today, pesawat itu adalah satu dari tiga pesawat yang dimaksudkan untuk membawa 1.000 warga Afghanistan ke Uganda. Pesawat-pesawat itu disewa oleh pengusaha George Abi-Habib.

Namun salah satu penerbangan harus pulang dengan hanya 50 kursi terisi pada Selasa malam lalu (24/8).

Foto kabin pesawat evakuasi yang sepi itu dibagikan secara online oleh Alexander Marquardt dari CNN. Dia mengatakan bahwa banyak calon penumpang yang dihadang oleh pasukan Amerika Serikat dan Taliban sehingga tidak bisa dievakuasi.

"Penerbangan evakuasi carteran yang hampir kosong dari Kabul. 1 dari 3 pesawat yang diorganisir oleh George (Abi-Habib) dan Maria untuk membawa 1.000 warga Afghanistan ke Uganda. Banyak yang diblokir oleh Amerika Serikat dan Taliban sehingga pesawat pertama, dengan 345 kursi, hanya memiliki 50 penumpang," tulis Marquardt di Twitter.

Abi-Habib yang merupakan salah satu pendiri perusahaan pengembangan Sayara International yang berbasis di Washington, DC, mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Marinir Amerika Serikat yang bekerja keamanan di gerbang bandara telah menolak untuk mengizinkan warga Afghanistan lewat, bahkan ketika mereka dapat membuktikan bahwa mereka memiliki izin.

Akibatnya, satu pesawat carteran untuk evakuasi yang dia sewa kebanyakan kosong. Bahkan mereka yang berhasil masuk pesawat itu, banyak yang harus mengendap-endap masuk melalui saluran pembuangan limbah untuk mencapai landasan udara.

"Kita tidak dapat mengharapkan semua orang merangkak melalui pipa saluran pembuangan ke tempat yang aman," jelasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

VFive Group Salurkan Zakat Usaha Lebih dari Rp10 Miliar

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:48

Parpol Ditantang Buat Komitmen Nasional Anti-Politik Uang

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:32

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan!

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:55

KPK Masih Kuliti Dugaan Rasuah BPKH

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:24

Denny JA Ungkap Akar Etika Kerja dan Kejujuran Swiss dari Reformasi Zurich

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:20

Potongan Bangkai Pesawat ATR 400

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:53

Haji Suryo Bangun Masjid di Tanah Kelahiran

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:32

Lawatan LN Perdana 2026, Prabowo Sambangi Inggris dan Swiss

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:15

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:56

Prabowo Jadi Saksi Nikah Sespri Agung Surahman, Jokowi Ikut Hadir

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:55

Selengkapnya