Berita

Pasukan Taliban bersiap untuk melakukan pertempuran di distrik Ghorband di provinsi Parwan, Afghanistan/Net

Dunia

Dokumen Rahasia PBB Ungkap Tindakan Taliban Terhadap Stafnya di Afghanistan

KAMIS, 26 AGUSTUS 2021 | 07:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah insiden terkait tindakan keras kelompok Taliban sebelum dan sesudah mereka mengambil kendali atas Afghanistan, muncul dalam sebuah dokumen keamanan internal milik PBB.

Dalam laporannya pada Rabu (25/8), Reuters, yang melihat dokumen tersebut mengatakan isinya menggambarkan ancaman terselubung, penjarahan kantor-kantor PBB, dan perlakuan kurang menyenangkan terhadap staf mereka sejak 10 Agustus, tak lama sebelum Taliban berkuasa.

Salah satu insiden terbaru yang tercatat dalam dokumen tersebut adalah ketika kelompok Taliban menghentikan seorang anggota staf PBB di Afghanistan ketika ia mencoba mencapai bandara Kabul pada Minggu (22/8) waktu setempat. Mereka menggeledah kendaraannya.


Insiden lainnya terjadi pada Senin (23/8), tiga pria tak dikenal dilaporkan mengunjungi rumah anggota staf PBB lainnya yang sedang bekerja pada saat itu. Mereka bertanya kepada putranya di mana ayahnya, dan menuduhnya berbohong: “Kami tahu lokasinya dan apa yang dia lakukan.”

Munculnya laporan tersebut telah merusak kepercayaan, paling tidak di antara mereka yang terkait dengan organisasi asing pada janji Taliban untuk salah satunya menghormati hak-hak rakyat sipil.

Hingga berita ini ditutunkan, tidak ada komentar dari Taliban  atas munculnya daftar insiden PBB tersebut.

Namun, kelompok itu mengatakan akan menyelidiki pelanggaran yang dilaporkan, dan juga mendorong organisasi bantuan untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Dikatakan minggu ini bahwa bantuan itu akan diterima, selama itu tidak digunakan sebagai sarana pengaruh politik atas Afghanistan.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menambahkan, pihak berwenang di Kabul harus bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan staf dan tempat PBB. "Kami tetap berhubungan dengan mereka dalam hal itu," katanya.

PBB telah merelokasi sekitar sepertiga dari 300 staf asing yang dimilikinya di Afghanistan ke Kazakhstan. Mereka juga menekankan bahwa mereka ingin mempertahankan kehadirannya untuk membantu rakyat Afghanistan.

Tercatat ada sekitar 3.000 staf PBB Afghanistan masih berada di negara itu.

Ribuan orang telah meninggalkan Afghanistan sejak Taliban memasuki Kabul pada 15 Agustus, dengan penerbangan militer dan komersial dari ibukota di mana bandara telah menjadi tempat kekacauan yang mematikan.

Beberapa dari mereka mengaku takut akan munculnya penegakan brutal Taliban terhadap hukum Islam yang ketat saat terakhir kali mereka memerintah, ketika mereka melarang perempuan bekerja dan anak perempuan dari sekolah.

Lainnya, termasuk mereka yang bekerja di bidang advokasi dan hak asasi manusia, percaya bahwa mereka bisa menjadi target pembalasan setelah sejumlah orang tewas dalam dugaan serangan Taliban yang ditargetkan pada tahun lalu.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya