Berita

Diskusi FEMSTATION bertajuk "Sentimen Taliban, Implikasinya ke Indonesia" pada Selasa, 24 Agustus 2021/Repro

Dunia

Akademisi IPB: China Masih Memikirkan Ongkos untuk Berangkat ke Afghanistan

RABU, 25 AGUSTUS 2021 | 12:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meskipun China memiliki kepentingan di Afghanistan, namun Beijing tidak akan serta merta ikut campur dalam rezim baru setelah bangkitnya Taliban.

Menurut ekonom dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Iman Sugema, China masih mempertimbangkan marginal cost dan marginal benefit yang akan didapat Beijing dari Taliban.

"Kalau menurut political economy, yang paling menentukan sebuah negara atau seorang presiden memutuskan sesuatu itu adalah apa yang disebut dengan marginal cost dibandingkan marginal benefit," ujarnya dalam diskusi FEMSTATION bertajuk "Sentimen Taliban, Implikasinya ke Indonesia" pada Selasa (24/8).


Diskusi itu juga menghadirkan dosen hubungan internasional dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Teguh Santosa sebagai narasumber, dan Hardy Hermawan sebagai moderator.

Iman menekankan, kepentingan China masih belum terdefinisi dengan jelas. Di sisi lain, bentuk rezim baru Taliban juga belum diputuskan.

Sejauh ini, Taliban telah membuka diri untuk China, dan Beijing pun telah menyatakan kesiapannya untuk merekonstruksi Afghanistan.

"Hanya saja akan tergantung ongkosnya buat China berapa? Ini bukan sesuatu yang free loh. Mengubah sebuah negara, kemudian membuatnya menjadi ramah terhadap investasi itu perlu proses," tambahnya.

Iman menilai, keputusan keterlibatan China di Afghanistan di masa depan akan bergantung pada dinamika yang terjadi beberapa pekan ke depan. Jika rezim baru Taliban tidak bisa menawarkan manfaat untuk China, maka Beijing akan secara rasional untuk mundur.

"Apakah rezim yang akan terbentuk ini mampu memberikan manfaat untuk China?" kata Iman.

Situasi China berbeda dengan Pakistan. Pakistan memiliki hubungan sejarah yang panjang dengan Afghanistan, khususnya Taliban yang didominasi Pashtun.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya