Berita

Direktur CIA William J. Burns/Net

Dunia

Fasilitasi Pertemuan Rahasia Direktur CIA dengan Pemimpin Taliban, Qatar Bakal Mainkan Peran Penting di Masa Depan Afghanistan

RABU, 25 AGUSTUS 2021 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah evakuasi warganya dari Afghanistan yang semakin mendekati tenggat waktu 31 Agustus, Amerika Serikat diam-diam telah mengutus Direktur CIA William J. Burns untuk bertemu langsung dengan pemimpin tertinggi Taliban Abdul Ghani Baradar di Kabul pada Senin (22/8) waktu setempat.

Pertemuan rahasia itu pertama kali dilaporkan oleh The Washington Post pada Selasa (24/8).

Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN, bahwa pertemuan Senin merupakan pertukaran pandangan langsung tingkat tertinggi pertama sejak kelompok militan itu menguasai ibu kota Kabul.


"Pertemuan itu juga menggarisbawahi pandangan di dalam pemerintahan bahwa mereka membutuhkan pemahaman yang lebih jelas tentang posisi Taliban dalam beberapa hal, saat waktu terus berjalan menuju tenggat waktu 31 Agustus untuk menarik pasukan dari negara itu," kata pejabat itu.

Sebuah sumber yang akrab mengatakan kepada CNN pada Selasa malam (24/8) bahwa Qatar membantu memfasilitasi pertemuan antara Burns dan Baradar. Pertemuan Senin menunjukkan peran penting yang dimainkan Qatar di masa depan Afghanistan.

Seorng pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa pertemuan itu terjadi atas arahan Presiden Joe Biden. Ini, menurutnya, sekaligus mencerminkan pandangan di dalam pemerintahan bahwa Burns adalah diplomat veteran paling berpengalaman dan salah satu yang paling tepercaya di tim Biden.

Pejabat lain menyebut pertemuan itu membahas pertukaran pandangan tentang apa yang perlu dilakukan pada 31 Agustus.

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan selama konferensi pers di Kabul bahwa Taliban tidak dapat mengkonfirmasi bahwa Baradar telah bertemu dengan direktur CIA, tetapi mereka bertemu dengan semua kedutaan di Kabul.

Belum ada komentar balik dari CIA maupun Gedung Putih tekait pertemuan Burns dan Baradar.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya