Berita

Presiden Joko Widodo saat menerima suntikkan vaksin/Net

Politik

LaporCovid19 Sarankan Jokowi Tak Tiru Pejabat yang Mengaku Sudah Mendapat Vaksin Dosis Ketiga

SELASA, 24 AGUSTUS 2021 | 21:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kalimantan Timur, Presiden Joko Widodo sempat ditanya oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang ikut dalam rombongan mengenai vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster).

Jokowi dan Prabowo sempat berbincang dengan beberapa pejabat yang ikut dalam kunjungan kerjanya mengenai booster. Menariknya, pertanyaan Prabowo bermula dari perbincangan ini, yang di mana Gubernur Kaltim Isran Noor, Wali Kota Samarinda Andi Harun, hingga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, mengaku sudah mendapat booster.

"Sudah booster semua, Pak Presiden belum ya?" tanya Prabowo yang dijawab Jokowi dengan menyatakan, "enggak," saat sebelum memantau vaksinasi pelajar se Kalimantan Timur, Selasa (24/8).


Menanggapi pengakuan pejabat yang sudah mendapat booster, LaporCovid19 menyarankan Presiden Joko Widodo untuk tidak melakukan hal serupa.

"Pak Jokowi jangan ikut vaksin booster!" pinta LaporCovid19 yang disampaikan melalui akun Twitternya, Selasa malam (24/8).

Menurut LaporCovid19, bila Jokowi melakukan vaksin dosis ketiga, berarti Kepala Negara telah memberikan contoh atau membenarkan para kepala daerah, pejabat, TNI/Polri, politisi, pengusaha, dan non-nakes lainnya untuk mendapatkan booster.

"Ingat, bahwa alasan pemberian vaksin ketiga adalah karena tenaga kesehatan terancam dengan risiko amat besar saat varian delta menyerang dan kasus meningkat sejak akhir Juni lalu," kicau LaporCovid19.

Lebih lanjut, LaporCovid19 juga menilai pemberian booster kepada Jokowi tidak relevan dan memiliki alasan yang kuat. Karena menurutnya, penjagaan terhadap presiden amat ketat, orang yang bertemu pun harus negatif PCR dan protokol kesehatan yang super ketat.

"Harusnya itu bisa melindungi. Sementara masih banyak orang yang bahkan satu dosis vaksin pun belum menerima," sambungnya.

Maka dari itu, LaporCovid19 kembali memohon kepada agar memberikan contoh baik kepada seluruh masyarakat Indonesia, dan mendahulukan vaksin untuk booster tenaga kesehatan dan vaksin untuk mereka yang belum sama sekali menerimanya.

"Jangan sampai membuat keputusan keliru, Bapak Presiden Jokowi," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya