Berita

Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah/Net

Politik

Ketua Banggar DPR: Reformasi Struktural Perlu Dilakukan dalam RAPBN 2022

SELASA, 24 AGUSTUS 2021 | 18:59 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Reformasi struktural dalam Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun 2022 menjadi satu hal yang ditekankan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Reformasi itu, kata Ketua Banggar DPR RI, MH. Said Abdullah, memastikan target-target APBN 2022 tercapai di masa pandemi Covid-19 saat ini yang pada kenyataannya menimbulkan ketidakpastian dalam segala lini kehidupan.

Pesan itu disampaikan Said Abdullah dalam diskusi bertajuk "Menjaga RUU APBN 2022 untuk Kepentingan Rakyat", di Media Center DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/8).


"Selain kita bicara soal konsolidasi fiskal, kita memang di reformasi struktural ini banyak masalah. Syukur-syukur, mudah-mudahan lah dengan UU Cipta Kerja itu akan bisa mengurai (masalah yang ada)," kata Said.

Selain itu, Said memandang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia melalui sektor pendidikan juga akan bisa mengurai persoalan yang masih belum selesai.

"Semua titik-titik kita urai, supaya keinginan kita bersama, dalam setiap tema APBN itu bisa tercapai," sambungnya.

Melihat tema kebijakan fiskal tahun 2022 yang berbunyi "pemulihan ekonomi dan reformasi struktural", dinilai legislator PDI Perjuangan itu, bisa diwujudkan pemerintah dengan cara berbenah terutama dalam hal penanganan Covid-19.

Misalnya, reformasi dalam bidang kesehatan. Selain target vaksinasi dan tes Covid-19, Said melihat pemerintah juga harus meningkatkan fasilitas kesehatan.

"Kami selalu berteriak kepada pemerintah, ayo dimulai, ada gap. Diakui atau tidak, di kota dan desa fasilitas kesehatannya, Jawa luar Pulau Jawa, ini sampai kapan akan dibiarkan. Justru di kala pendemi ini mari fondasinya diperkuat," demikian Said.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya