Berita

Presiden Joe Biden/Net

Dunia

Biden: Bila Taliban Halangi Evakuasi, Kami akan Memberinya Sanksi

SENIN, 23 AGUSTUS 2021 | 11:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksinya kepada Taliban bila mereka menghalangi upaya evakuasi. Sanksi yang diberikan belum ditetapkan bentuknya, namun Presiden Joe Biden mengatakan hal itu tergantung pada perilaku mereka.

Dalam wawancaranya bersama wartawan di Ruang Roosevelt, Gedung Putih, pada Minggu (22/8), Biden mengatakan ia akan pendukung sanksi tersebut.

"Jawabannya ya. Itu tergantung pada perilakunya," kata Biden, seperti dikutip dari ABC News.


Sejauh ini, Taliban membuat gangguan dalam proses evakuasi dan berpegang teguh pada kata-kata mereka. Namun, tindakan apa pun terhadap pasukan AS akan memaksa pemerintah untuk mendukung sanksi.

"Jadi kita lihat saja nanti. Kita lihat apakah yang mereka katakan itu benar atau tidak," tegas Biden.

Sebelumnya, berbicara tentang masalah yang sama, Penasihat Keamanan Nasional AS (NSA) Jack Sullivan mengatakan bahwa jika Taliban mencoba untuk memblokir atau mengganggu proses evakuasi, mereka harus menghadapi tanggapan yang kuat dan cepat dari pemerintah.

AS telah memperluas zona aman di sekitar bandara dan menurut Biden, Taliban telah bekerja sama dalam memperluas beberapa perimeter. AS berharap menyelesaikan evakuasi sesuai tenggat waktu

Militer AS telah menarik sekitar 25.100 orang dari Afghanistan sejak 14 Agustus, dan sekitar 30.000 sejak akhir Juli.

"Ada sekitar 25.100 personel yang dievakuasi sejak 14 Agustus, dan sekitar 30.000 personel (baik dalam penerbangan militer dan koalisi) yang dievakuasi sejak akhir Juli," terang kicau Gedung Putih, dalam cuitannya pada Minggu (22/8).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya