Berita

Militer Belanda di Afghanistan/Net

Dunia

Anggota Parlemen Belanda: Warga Afghanistan yang Akan Dievakuasi Harusnya Dijemput dari Rumah

SENIN, 23 AGUSTUS 2021 | 06:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Anggota Parlemen Belanda, Derk Boswijk, menuntut agar warga Afghanistan yang ada dalam daftar evakuasi dijemput dari rumah. Menurutnya, jalan menuju bandara terlalu berbahaya. Perlu pihak yang mengawal mereka bahkan dari depan pintu rumahnya.

“Anda tidak bisa membiarkan orang berjalan begitu saja. Mereka perlu dijemput; bukan dibiarkan berjalan sendiri. Perjalanan menuju bandara hingga masuk ke dalamnya adalah bagian evakuasi yang paling sulit dan paling berbahaya”, kata Boswijk, seperti dikutip dari NL Times, Minggu (22/8).

Boswijk mengatakan bahwa ia telah melakukan kontak dengan sekelompok wanita Afghanistan yang bekerja untuk sebuah organisasi bantuan Belanda. Mereka dimasukkan dalam daftar evakuasi tetapi ketika mereka tiba di bandara di Kabul ditolak masuk oleh seorang tentara Amerika.


Boswijk mengaku ia telah menjelaskan kepada tentara di telepon siapa dia dan siapa wanita itu, tetapi tentara itu mengatakan para wanita itu perlu berbicara dengan militer Belanda.

Boswijk mengusulkan agar para militer Belanda memberi penanda dengan menggantungkan bendera Belanda, misalnya, sebagai akses bahwa mereka telah masuk dalam daftar.

Menteri Luar Negeri Sigrid Kaag mengatakan bahwa semua orang yang ada di daftar evakuasi telah dihubungi, tetapi Boswijk membantahnya.

“Di grup kami, ada orang yang masih belum dihubungi," katanya merujuk pada grup tetang pembaruan Afghanistan yang berisi mantan anggota parlemen Ingrid de Caluwe dan Kathleen Ferrier, serta mantan karyawan AIVD Guido Blaau.

Sebelumnya pada Sabtu (21/8) Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa seluruh pekerja kedutaan yang berjumlah 207 orang telah tiba dengan selamat di bandara Kabul. Meski demikian, masih ada warga yang masuk dalam daftar pengungsian yang belum sempat melakukan perjalanan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya