Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Pemuka Adat Minta Presiden Jokowi Turun Tangan Selesaikan Dualisme Sekda Papua

SENIN, 23 AGUSTUS 2021 | 06:02 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Ketua Umum Pemuda Adat Papua, Jan Christian Arebo turut mengomentari persoalan dualisme Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua.

Menurut Jan, persoalan dualisme tersebut bisa menjadi masalah terutama saat daerah Papua akan menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2-13 Oktober 2021 dan Peparnas XVI 2- 17 November 2021. Untuk itu, ia berharap Presiden Joko Widodo segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

"Sejauh ini tidak ada sikap tegas Menteri Dalam Negeri soal Sekda Papua. Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat perannya sangat sentral," ungkap Jan Arebo, Minggu (22/8).


Menurut dia, dilantiknya Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Papua oleh Gubernur berdasarkan SK Gubernur, 14 Juli 2021, hanya untuk kepentingan sesaat dan tidak memiliki kekuatan hukum serta sangat terbatas dalam aspek anggaran keuangan.

Posisi ini, lanjut dia, menjadi sangat rentan. Padahal, Gubernur Papua Lukas Enembe sudah mengingatkan agar penggunaan anggaran PON XX dan Peparnas XIV dilakukan secara terukur, berhati-hati dan dibarengi dengan kinerja aparatur tata kelola pemerintahan yang kuat serta bersinergi.

PON dan Papernas di Papua menelan anggaran Rp 4 triliun yang berasal dari APBN dan APBD Papua. Saat ini, pencairan dana PON sebesar Rp1,5 triliun masih menunggu dari Kemenpora.

Jan Arebo meminta Presiden Jokowi mengambil langkah tegas dengan memanggil Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Papua. Dengan begitu, ada solusi terhadap keberadaan Sekda Definitif di Papua. Arebo juga mengingatkan, jangan sampai kasus proyek PON di Palembang yang menyeret Menpora kembali terulang.

"Kami punya tanggung jawab mengingatkan dan memberi masukan. Demikian juga Gubernur Papua diminta waspada terhadap pembisik-pembisiknya yang memanfaatkan situasi dengan memberikan masukan yang tidak benar," tukas Arebo.

Sebagai informasi, ada dua persoalan mengemuka di Papua terkait dualisme Sekda Papua dan proses pemilihan Wakil Gubernur Papua yang deadlock sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Jan Arebo menegaskan, persoalan tersebut jngan sampai mengganggu pelaksanaan PON XX dan Peparnas XIV yang sudah dituangkan dalam Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2021 tentang dukungan penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI Tahun 2021.

Saat ini, kata dia, pemerintahan di Provinsi Papua berjalan pincang. Itu sebabnya kami minta Presiden Jokowi menyelesaikan persoalan tersebut.

"Jangan sampai menghambat pelaksanaan PON XX yang tersisa hitungan 60-an hari. Selain itu, kami pun sepakat dan juga DPR Papua harus memainkan peran dan fungsi legislasi secara benar atas persoalan ini," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya