Berita

Deddy Corbuzier membagikan ceritanya saat berjuang melawan Covid-19 dan badai sitokin/Net

Dunia

Cerita Deddy Corbuzier Berjuang Lawan Badai Sitokin: Saya Kecewa

MINGGU, 22 AGUSTUS 2021 | 15:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Virus SARS-Cov-2 yang menyebabkan Covid-19 tidak pandang bulu. Baru-baru ini, presenter yang juga mentalis profesional Deddy Corbuzier membagikan ceritanya saat berjuang melawan penyakit tersebut.

Melalui kanal YouTube-nya, Deddy mengaku bahwa dia merasa kecewa di satu sisi, namun juga beruntung di sisi lainnya saat tertular virus corona.

"Let's start from the beginning. Saya mengurus keluarga yang pada saat itu hampir semuanya terkena Covid. Saya urus, taking care, cari rumah sakit, obat dan segala macam," ujar Deddy tanpa memberikan keterangan waktu yang spesifik.


Dia mengaku pada saat itu sangat percaya diri, mengingat pola hidupnya yang sehat, rutin olahraga dan patuh protokol kesehatan. Namun kenyataan berkata lain, Deddy pun positif Covid-19.

Meski begitu, pada mulanya dia tidak khawatir dengan kondisi itu, terlebih dia tidak menglami gejala.

"Oke, I don't worry, saya sama sekali tidak khawatir. Paling juga demam dua hari, itu yang ada di pikiran saya pada saat itu. Karena vitamin saya full, makanan saya sehat, olahraga saya kuat. I am gonna survive this," jelas Deddy.

Selang beberapa hari kemudian, apa yang dia harapkan pun terjadi. Deddy dinyatakan negatif Covid-19 setelah melakukan serangkaian tes.

"Well, it's done. Saya mulai podcast lagi saat itu, karena pikiran saya sudah sembuh," tambahnya.

Menghadapi Badai Sitokin

Akan tetapi, setelah hari-hari berlalu, selang dua pekan setelah negatif Covid-19, Deddy mengaku bahwa kondisi kesehatannya menurun secara drastis.

"Malam-malam saya demam tinggi, sampai 39 koma (derajat celcius). Paginya naik lagi sampai mencapai 40 (derajat celcius) lebih. Something is wrong. Saya juga mengalami vertigo," ujarnya.

Kemudian dia bergegas memeriksakan diri ke RSPAD dan melakukan CT Thorax. Diketahui bahwa kondisi paru-parunya mengalami kerusakan 30, namun saturasi oksigen masih sangat baik.

"Dokter pada saat itu mengatakan kalau mau stay di rumah boleh, tapi harus dilihat dalam waktu beberapa hari," jelasnya.

Deddy mengungkapkan bahwa dia pun mengkonsumsi sejumlah obat yang diresepkan dokter, seperti avigan dan ivermectin.

"Saya ikuti aturan-aturan yang seharunsya dijalankan," kata Deddy.

Namun, selang dua hari kemudian, Deddy mengaku kondisinya memburuk. Demamnya kembali tinggi dan dia kembali mengalami vertigo. Dia pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Medistra.

Setelah diperiksa dan dilakukan CT Thorax, diketahui bahwa kondisi paru-parunya memburuk. Kerusakan yang terjadi dari semula 30 menjadi 60 dan keadaannya dinyatakan masuk kondisi badai sitokin.

Badai sitokin sendiri merupakan salah satu komplikasi yang bisa dialami oleh penderita Covd-19. Kondisi ini perlu diwaspadai dan perlu segera ditangani secara intensif. Bila dibiarkan tanpa penanganan, badai sitokin dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga kematian.

"Saya agak kaget ketika dibilang badai sitokin. Karena yang saya tahu, badai sitokin ini yang membuat orang meninggal," cerita Deddy.

Saat itu dokter tidak memperbolehkannya pulang, dan dia pun dirawat di rumah sakit tersebut.

"Akhirnya saya masuk ke rumah sakit, kondisinya pada saat itu panas, demam, badan sakit semua dan kecewa. Saya kecewa sekali karena saya tidak menyangka orang seperti saya bisa seperti itu," ujarnya.

Meski begitu, dia juga mengaku beruntung, karena setelah dirawat intesif, Deddy pun berhasil melawan kondisi kritis dan bisa kembali pulih seperti saat ini.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya