Berita

Adik dari presiden Afghanistan yang digulingkan Ashraf Ghani, yakni Hashmat Ghani, menyatakan bahwa dia menerima pengambilalihan negara oleh Taliban/AFP

Dunia

Terima Taliban, Adik Ashraf Ghani: Jika Semua Melarikan Diri, Masa Depan Afghanistan Hancur

MINGGU, 22 AGUSTUS 2021 | 10:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di tengah dinamika perkembangan politik dan keamanan yang terjadi di Afghanistan usai perebutan kekuasaan oleh Taliban, adik dari presiden Afghanistan yang digulingkan, Ashraf Ghani, yakni Hashmat Ghani, menyatakan bahwa dia menerima pengambilalihan negara oleh kelompok militan itu.

Dia bahkan menyerukan agar pembentukan pemerintahan yang inklusif harus segera dilakukan.

Hal itu dia utarakan dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera dari rumahnya di barat Kabul pada Sabtu (21/8). Hashmat Ghani mengatakan, dia mengakui tatanan baru di Kabul adalah kebutuhan bagi rakyat Afghanistan.


Hashmat Ghani yang merupakan seorang pengusaha dan kepala suku dari populasi nomaden Kochi Afghanistan, telah bertemu dengan para pemimpin Taliban selama beberapa hari terakhir. Dia mengatakan, dia setuju untuk mengakui transisi kekuasaan sebagai sinyal untuk tokoh politik dan budaya yang berpengaruh, serta pengusaha.

Lebih lanjut dia menuturkan bahwa jika pebisnis yang telah menginvestasikan jutaan dolar di sekolah, rumah sakit, toko, universitas, dan upaya wirausaha lainnya bergabung dengan puluhan ribu orang yang mencoba melarikan diri dari negara itu, maka ekonomi negara itu akan hancur. Masa depan Afghanistan pun akan hancur sepenuhnya.

Dia pun menegaskan bahwa meski sang kakak, Ashraf Ghani, melarikan diri dari Afghanistan pada 15 Agustus lalun, namun dinya tidak pernah berniat melakukan hal yang serupa.

“Jika saya melarikan diri ke sana, apa yang akan terjadi dengan orang-orang saya, suku saya. Akar saya ada di sini, pesan apa yang akan dikirim jika saya melarikan diri dan meninggalkan orang-orang saya pada saat mereka membutuhkan?” ujarnya.

Tentang pelarian saudaranya, Hashmat Ghani mengatakan dia turut senang karena paling tidak, sang mantan presiden itu meninggalkan hidupnya dengan utuh.

“Jika dia terbunuh atau terbunuh dengan cara apa pun, segalanya akan menjadi jauh lebih buruk," tambahnya.

Dia juga menekankan pentingnya menjembatani perpecahan dalam masyarakat Afghanistan. Itu berarti, sambungnya, Taliban menemukan cara untuk menerima fasilitas dan kemajuan modern, dan warga Afghanistan yang lebih muda dan penentang kelompok tersebut dapat terlibat dengan Taliban, yang kemungkinan besar belum pernah dilihat oleh banyak dari mereka sampai minggu lalu.

“Bila Anda tidak berada di dekat orang-orang tertentu, penampilan bisa menipu atau bahkan menakutkan,” tandasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya