Berita

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto/Ist

Politik

Punya Alasan Kuat, Aktivis Pemuda Usulkan Panglima TNI dari Angkatan Darat

SABTU, 21 AGUSTUS 2021 | 23:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Menjelang masa pensiun pada November nanti, sosok pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto masih terus bergulir. Belum mengerucut ke satu nama yang pasti.

Nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa, dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana (KSAL), Laksamana Yudo Margono disebut-sebut menjadi calon kuat. Namun kedua nama tersebut tak kunjung diajukan ke legislatif.

Mantan Ketum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Karman BM, menilai figur yang cocok menjadi Panglima TNI menggantikan Hadi Tjahjanto adalah dari Angkatan Darat (AD).


"Terkait dengan pergantian Panglima TNI, saya melihat lebih cocok dari Matra Darat. Sosoknya tentu Jenderal Andhika Perkasa," ujar Karman melalui keterangan yang diterima Redaksi melalui WhatsApp (WA), Sabtu (21/8).

Pendapat Karman tentu bukan tanpa alasan. Dinamika politik Timur Tengah seperti dikuasainya Afghanistan oleh Taliban menjadi salah satu alasan agar TNI diperkuat oleh sosok Panglima dari Angkatan Darat.

Karman melihat gejolak politik di Afghanistan berpotensi melahirkan gerakan-gerakan yang berafiliasi ke Taliban di Indonesia. Itu terbukti dengan banyaknya dukungan masyarakat Indonesia ke Taliban.

"Saya melihat tantangan dan ancaman pertahanan pascagejolak politik di Afganistan adalah munculnya gerakan-gerakan yang berafiliasi ke gerakan taliban. Atau gerakan transnasional," tuturnya.

Gerakan transnasional tersebut dikhawatirkan Karman dapat mengganggu stabilitas negara.

"Gerakan transnasional itu cenderung radikal. Yang dapat berimplikasi terhadap stabilitas dalam negeri," jelasnya.

Sehingga, posisi Panglima TNI dari Angkatan Darat diyakini dapat memperkuat terciptanya keamanan dalam negeri. Sehingga, gerakan-gerakan transnasional ataupun simpatisan Taliban di Indonesia tidak menciptakan instabilitas dalam negeri.

"Maka untuk itu, penguatan aparat keamanan juga pertahanan harus ditingkatkan," katanya.

Dia mengkhawatirkan saat kejayaan ISIS dulu di mana banyak anggotanya berasal dari Indonesia. Jika pertahanan dan keamanan di Indonesia tidak diperkuat, dikhawatirkan ada gerakan yang berafiliasi dengan Taliban di dalam negeri, yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan Indonesia.

"Sehingga kita dapat mengantisipasi terulangnya peristiwa bom Sarinah dengan memperkuat stabilitas dan keamanan nasional," demikian Karman.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya