Berita

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla/Repro

Dunia

Jusuf Kalla: Musuh Taliban adalah Amerika Serikat, Bukan Pemerintahan Ashraf Ghani

SABTU, 21 AGUSTUS 2021 | 16:10 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Musuh utama Taliban sebetulnya adalah Amerika Serikat. Bukan seperti dikabarkan selama ini, Taliban berperang melawan pemerintahan Afghanistan.

Begitu dikatakan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, dalam webianar bertema "Masa Depan Afghanistan dan Peran Diplomasi Perdamaian Indonesia", Sabtu (21/8).

Diceritakan Jusuf Kalla, Taliban sudah memerintah di Afghanistan sejak 1996 dan berakhir di tahun 2001 saat dikalahkan Amerika Serikat.


"Jadi lawan Taliban sebenernya Amerika bukan pemerintah Afghanistan sekarang ini," kata JK.

Akhir era pemerintahan Taliban, kata JK, bermula ketika Amerika Serikat memburu Osama Bin Laden yang disebut-sebut sebagai aktor utama teroris Gedung World Trade Center (WTC).

Amerika Serikat masuk ke Afghanistan dengan dalih Osama bersembunyi di sana. Walaupun, belakangan Osama berhasil dibunuh tentara AS di rumah persembunyiannya di Abbottabat, Pakistan.

"Kita tahu bersama-sama, bahwa Osama tidak berada di Afghanistan saat ditangkap, justru di Pakistan. Karena itu lah maka Amerika Serikat berperang di Afghanistan itu tujuannya tidak jelas," ucap JK.

Setelah 21 tahun berlalu, lanjut politisi senior Partai Golkar ini, Taliban berhasil mengusai Istana Kepresidenan di Kabul. Pada posisi ini, setidaknya tiga pihak yang terlibat langsung dalam konflik Amerika Serikat, Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

"Apa yang terjadi sekarang? Jadi sebenarnya ini dari tiga kelompok. (Ada) Amerika, pemerintah Presiden Ghani, dan Taliban. Ada tiga pihak sebenarnya, berada dalam situasi perang," pungkasnya.

Selain JK, pembicara yang dihadirkan pada webinar itu ada Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua PP Muhammadiyah Sudarnoto, akademisi Universitas Indonesia Yon Machmudi dan akademisi Universitas Moestopo Ryantori.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya