Berita

Pasukan Amerika Serikat/Net

Dunia

Pengamat: AS Tak Akan Pernah Kembali ke Afghanistan, Kecuali...

JUMAT, 20 AGUSTUS 2021 | 21:34 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mengangkat kaki dari Afghanistan merupakan salah satu pekerjaan besar pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Sehingga, sangat kecil kemungkinan Washington DC kembali menempatkan pasukan di Afghanistan yang secara de facto telah dikuasai Taliban.

Pengamat hubungan internasional dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa, memperkirakan, Afghanistan dan kawasan akan berada pada fase negative peace atau kondisi di mana tidak terjadi kekerasan.

“Rasanya AS tidak mungkin kembali ke Afghanistan di era Joe Biden. Kecuali tiba-tiba misalnya Taliban melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas kemanusiaan," ujar wartawan senior ini dalam diskusi bertajuk "Konstelasi Global Pasca Kemenangan Taliban di Afghanistan" yang digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh pada Jumat (20/8).


Meski begitu, Teguh meyakini tindakan kekerasan melewati batas kemanusiaan itu kecil kemungkinan dilakukan Taliban pada masa transisi ini. Terlebih saat ini Taliban tengah melakukan perundingan dengan kelompok politik lain di Afghanistan yang antara lain diwakili mantan Presiden Hamid Karzai dan Ketua Dewan Rekonsiliasi Abdullah Abdullah.

Penulis buku "Di Tepi Amu Darya" ini menjelaskan, keputusan Biden untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan tidak terjadi secara tiba-tiba.

Pertimbangan untuk menghentikan misi militer di Afghanistan itu pada dasarnya sudah muncul sejak pemerintahan Barack Obama, ketika Biden menjadi wakilnya.

Kemudian sejak 2018, Taliban dan AS di bawah pemerintahan mantan Presiden Donald Trump sudah melakukan pembicaraan damai. Hingga pada Februari 2020 ditandatangani kesepakatan damai kedua belah pihak.

Itu juga menjelaskan mengapa AS tidak mengambil tindakan untuk mencegah Taliban yang merengsek memasuki Kabul pada Minggu (15/8).

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya