Berita

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab/Net

Dunia

Berlibur saat Taliban Rebut Kabul, Menlu Inggris Dominic Raab Didesak Mundur

JUMAT, 20 AGUSTUS 2021 | 14:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jatuhnya Afghanistan ke tangan Taliban mendorong seruan pemecatan atau pengunduran diri Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, yang dianggap telah gagal mencegah bencana.

Raab diketahui tengah berlibur di Pulau Kreta, Yunani sejak pekan lalu, ketika Taliban merebut ibukota Afghanistan, Kabul.

Ketika itu, Raab juga menolak panggilan telepon dari Menteri Luar Negeri Afghanistan. Alih-alih, ia menyerahkan tanggung jawab itu pada seorang menteri junior di departemennya.


Seorang pejabat Partai Buruh, Lisa Nandy, menyebut tindakan Raab tidak bertanggung jawab dan Perdana Menteri Boris Johnson tidak boleh membiarkannya.

"Jika Dominic Raab tidak memiliki kesopanan untuk mengundurkan diri, perdana menteri harus menunjukkan sedikit kepemimpinan dan memecatnya,” ujar Nandy, seperti dikutip Anadolu Agency.

“Dia memiliki hak untuk pergi berlibur, tetapi dia sangat, sangat lambat untuk memahami apa yang terjadi dan untuk kembali," tambahnya.

Selain itu, Partai Buruh yang menaungi Johnson mengatakan posisi Raab sebagai menlu tidak dapat dipertahankan karena gagal bertanggung jawab menangani krisis.

Tidak hanya partai berkuasa, partai oposisi juga menyatakan kemarahan atas pemerintahan Johnson. Bahkan mantan Perdana Menteri Theresa May mengecam Johnson karena gagal mencegah runtuhnya pemerintahan Afghanistan.

Parlemen Inggris atau House of Commons berkumpul pada Rabu (18/8) untuk sesi darurat membahas situasi di Afghanistan.

Di sisi lain, pemerintah membela tindakan Raab, yang juga menolak seruan pengunduran dirinya.

Raab sendiri berdalih ia terus berhubungan dengan rekan-rekan dan karyawannya mengenai situasi di Afghanistan dan menghadiri pertemuan-pertemuan pemerintah dari jarak jauh.

Mengenai masalah panggilan telepon yang tidak terjawab, Kementerian Luar Negeri mengatakan Raab terlibat dalam serangkaian panggilan sehingga saat itu harus didelegasikan ke menteri lain.

Penjelasan dan pembelaan pemerintah terhadap Raab, bagaimanapun, telah diabaikan, karena partai-partai oposisi lainnya telah bergabung dengan seruan agar dia mundur.

Partai Demokrat Liberal, serta Welsh Plaid Cymru dan Partai Nasional Skotlandia (SNP), mengatakan Raab harus mundur atau dipecat.

“Dominic Raab telah gagal melakukan tugas dasarnya sebagai menteri luar negeri dan dia telah membahayakan nyawa banyak orang. Posisinya benar-benar tidak dapat dipertahankan dan dia harus mengundurkan diri, atau dipecat," kata perwakilan SNP Westminster.

"Dominic Raab harus mengundurkan diri hari ini. Jika tidak, perdana menteri akhirnya harus menunjukkan kepemimpinan, dan memecatnya," kata jurubicara urusan luar negeri Demokrat Liberal.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya