Berita

Rocky Gerung program Gerakan Nasional Superiman (Solidaritas Umat Peduli Modal Nasional) yang digagas Tokoh Tionghoa Lieus Sungkharisma/Net

Politik

Gerakan Infak untuk Negara Gagasan Lieus Sungkharisma Belum Direspon Wapres, Rocky Gerung Siap Diundang ke Istana

KAMIS, 19 AGUSTUS 2021 | 17:48 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Gerakan Nasional Superiman (Solidaritas Umat Peduli Modal Nasional) yang digagas tokoh Tionghoa, Lieus Sungkharisma, diajukan kepada Wakil Presiden Maruf Amin, untuk membantu perekonomian Indonesia.

Lieus bertekad melanjutkan program Gerakan Nasional Superiman (Solidaritas Umat Peduli Modal Nasional) yang digagasnya, meski surat audiensi yang dikirimkannya ke Wakil Presiden Ma’ruf Amin hingga kini belum mendapat jawaban.

Tekad itu, kata Lieus, semakin berkobar setelah ia bertemu dengan sejumlah orang yang ternyata mendukung gagasannya dalam upaya membantu kesulitan keuangan negara tersebut.


"Saya berharap pemerintah tidak abai dan cepat tanggap dengan aspirasi dan niat baik warga negaranya ini,” kata Lieus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis sore (19/8).

Salah seorang tokoh nasional yang mendukung gagasan positif ini adalah Rocky Gerung.

Menurut Rocky, ide Lieus mencetuskan Superiman adalah ide yang bersih, karena datang dari pikiran untuk membantu bangsa. Ide inilah yang dia sebut sebagai social justice yang lahir dari solidaritas anak bangsa.

"Ini gagasan yang betul-betul sejiwa dengan harkat bangsa ini, yang sedari awal ingin mandiri," kata Rocky.

Rocky menuturkan, ide untuk membuat semacam kotak infak nasional bernama Superiman ini menunjukkan kepedulian masyarakat Indonesia yang memandang masa depan bangsa adalah tanggung jawab bersama.

"Ini ide bagus. Pemerintah dan masyarakat sipil tak usah curiga. Kalau idenya diterima, soal-soal lain seperti perlunya Perpu, itu hanya soal teknis. Sebab ini bukan untuk membantu rezim yang sedang berkuasa, tapi untuk membantu negara," kata Rocky lagi.

Rocky siap menjadi penerang dari ide yang dicetuskan Lieus ini, dan sudah pernah dilaunching pada 19 Agustus 2003 (18 tahun lalu) di Istana Wakil Presiden Hamzah Haz, yang mnerutnya merupakan ide briliant dan harus segera dilaksanakan.

"Saya siap diundang ke Istana untuk membahas masalah ini. Sebab ini bukan soal politik semata. Pak Jokowi harus meninggalkan legacy positif untuk masa depan bangsa ini,” katanya.

Namun demikian, Lieus tidak ingin gagasan baik untuk membantu kesulitan keuangan negara ini justru menjadi bola liar.

"Karena itulah kita perlu Perpu. Kita tidak ingin niat warga masyarakat untuk membantu negara ini akhirnya disalah pahami," katanya lagi.

Lieus sendiri menyebut, keinginannya untuk bertemu dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin bukan untuk mempertanyakan dana yang sempat disetorkan ke Rekening Superiman Nomor 17081945.

"Tapi untuk meminta kejelasan tentang kelanjutan gerakan nasional tersebut," imbuhnya.

Dijelaskan Lieus, dia dan sejumlah pihak bertekad mendorong pemerintah untuk lebih tanggap dan peduli dengan aspirasi dan ide-ide dari masyarakat yang ingin membantu kesulitan negara.

"Kami ingin mendorong pemerintah untuk membuat payung hukum bagi warga negara yang ingin memberi sumbangannya pada negaranya," tutup Lieus.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Setahun BPI Danantara Berdiri Justru Tambah Masalah

Rabu, 04 Maret 2026 | 00:07

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:53

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:35

KPK Amankan BBE dan Mobil dari OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:30

Mutasi AKBP Didik ke Yanma untuk Administrasi Pemecatan

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:09

SiCepat Ekspansi ke Segmen B2B, Retail, hingga Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:07

GoTo Naikkan BHR Ojol, Cair Mulai Besok!

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:01

Senator Dayat El: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Tinggalkan Desa

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:46

Kenapa Harus Ayatollah Khamenei?

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:38

Naik Bus Pariwisata, 11 Orang Terjaring OTT Pekalongan Tiba di KPK

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:13

Selengkapnya