Berita

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Newt Gingrich/Net

Dunia

Politikus Senior AS Kecam Biden: Bagaimana Washington Mau Bicara HAM Saat Taliban Mulai Menindas Setiap Wanita?

KAMIS, 19 AGUSTUS 2021 | 14:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Newt Gingrich menjadi salah satu yang mengecam keputusan Presiden Joe Biden karena menarik pasukan dari Afghanistan. Ia mengatakan keputusan itu akan membuat sekutu Washington bertanya-tanya apakah mereka tetap bisa mempercayai Amerika Serikat.

Komentar tersebut dilontarkan Gingrich dirilis Fox News pada Rabu (18/8), di mana dia menggambarkan gejolak di Afghanistan setelah keputusan penarikan pasukan AS sebagai kegagalan kepemimpinan yang besar.

“Lihat seberapa cepat Biden memunggungi sekutu ketika dia mencoba menyelamatkan muka? Bisakah Anda juga melihat betapa berbahayanya ini bagi Amerika?” tulis Gingrich.


Pernyataan mantan ketua DPR itu datang ketika keputusan AS untuk keluar dari kekacauan Afghanistan menimbulkan keraguan atas komitmen Biden yang berjanji akan menopang peran kepemimpinan global AS dan memperkuat aliansi, yang oleh pemerintahannya disebut sebagai ‘aset strategis terbesar’.

Banyak pengamat yang juga telah menyuarakan keprihatinan tentang kredibilitas komitmen keamanan AS kepada sekutu. Penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan menandakan kecenderungan Washington untuk terlibat hanya di mana kepentingan utama dipertaruhkan.

Gingrich juga menyinggung fokus Biden pada hak asasi manusia sebagai inti dari kebijakan luar negerinya.

“Bagaimana Biden bisa mengatakan, 'Saya sudah jelas bahwa hak asasi manusia harus menjadi pusat kebijakan luar negeri kita, bukan pinggiran,' ketika Taliban mulai menindas setiap wanita dan gadis di negara ini dan melembagakan kebijakan untuk menangkap wanita dan anak perempuan untuk memaksa mereka menikah dengan pejuang Taliban?” ujarnya.

Biden dalam pernyataan sebelumnya telah mengalihkan kesalahan kepada militer Afghanistan dan para pemimpin politik Kabul karena kurangnya kemauan untuk memperjuangkan bangsa mereka sendiri dan membuat masa depan mereka sendiri, sementara pasukan Amerika telah menanggung beban perang yang berlarut-larut.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya