Menteri Luar Negeri Dominic Raab/Net
Situasi terkini yang dialami warga Afghanistan setelah Taliban berkuasa menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Inggris yang berjanji untuk menggandakan bantuan kemanusiaan dan pembangunannya ke negara itu menjadi 286 juta pound (sekitar 5,6 triliun rupiah).
Janji tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Dominic Raab lewat sebuah cuitan di akun Twitternya, Rabu malam (18/8) waktu setempat, seraya meminta negara lain untuk mengikuti langkah Inggris tersebut.
“Inggris akan menggandakan bantuan kemanusiaan dan pembangunan ke Afghanistan menjadi 286 juta pound tahun ini,†tulis Raab, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/8).
“Kami meminta orang lain untuk mengikuti jejak kami untuk memastikan warga Afghanistan yang paling rentan menerima bantuan kemanusiaan yang mereka butuhkan,†ujarnya.
Sehari sebelumnya, Inggris telah mengumumkan rencana untuk menyambut hingga 5.000 warga Afghanistan yang melarikan diri dari Taliban selama tahun pertama program pemukiman baru yang akan memprioritaskan perempuan, anak perempuan dan agama serta minoritas lainnya. Inggris juga telah meminta negara-negara lain untuk membantu menerima pengungsi Afghanistan. Baca selengkapnya
Raab dalam cuitannya juga mengatakan dia telah mengadakan percakapan tentang situasi di Afghanistan dengan rekan-rekannya di Amerika Serikat dan India pada Rabu malam dan menambahkan bahwa ia bekerja sama dengan Administrator Bantuan AS Samantha Power pada tanggapan kemanusiaan untuk memastikan bahwa bantuan mencapai orang-orang yang bersangkutan.
Pemerintah Afghanistan yang didukung AS runtuh selama akhir pekan dalam pergolakan yang membuat ribuan warga sipil dan sekutu militer Afghanistan melarikan diri demi keselamatan mereka. Banyak yang takut akan kembalinya interpretasi keras hukum Islam yang diberlakukan selama pemerintahan Taliban sebelumnya yang berakhir 20 tahun lalu.
Para menteri luar negeri dari kelompok negara-negara industri G7 akan membahas langkah-langkah evakuasi selanjutnya dari Afghanistan selama pertemuan virtual pada Kamis (19/8).