Berita

Menteri Luar Negeri Dominic Raab/Net

Dunia

Inggris Bakal Gandakan Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan Senilai Rp 5,6 Triliun

KAMIS, 19 AGUSTUS 2021 | 12:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Situasi terkini yang dialami warga Afghanistan setelah Taliban berkuasa menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Inggris yang berjanji untuk menggandakan bantuan kemanusiaan dan pembangunannya ke negara itu menjadi 286 juta pound (sekitar 5,6 triliun rupiah).

Janji tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Dominic Raab lewat sebuah cuitan di akun Twitternya, Rabu malam (18/8) waktu setempat, seraya meminta negara lain untuk mengikuti langkah Inggris tersebut.

“Inggris akan menggandakan bantuan kemanusiaan dan pembangunan ke Afghanistan menjadi 286 juta pound tahun ini,” tulis Raab, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/8).


“Kami meminta orang lain untuk mengikuti jejak kami untuk memastikan warga Afghanistan yang paling rentan menerima bantuan kemanusiaan yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, Inggris telah mengumumkan rencana untuk menyambut hingga 5.000 warga Afghanistan yang melarikan diri dari Taliban selama tahun pertama program pemukiman baru yang akan memprioritaskan perempuan, anak perempuan dan agama serta minoritas lainnya. Inggris juga telah meminta negara-negara lain untuk membantu menerima pengungsi Afghanistan. Baca selengkapnya

Raab dalam cuitannya juga mengatakan dia telah mengadakan percakapan tentang situasi di Afghanistan dengan rekan-rekannya di Amerika Serikat dan India pada Rabu malam dan menambahkan bahwa ia bekerja sama dengan Administrator Bantuan AS Samantha Power pada tanggapan kemanusiaan untuk memastikan bahwa bantuan mencapai orang-orang yang bersangkutan.

Pemerintah Afghanistan yang didukung AS runtuh selama akhir pekan dalam pergolakan yang membuat ribuan warga sipil dan sekutu militer Afghanistan melarikan diri demi keselamatan mereka. Banyak yang takut akan kembalinya interpretasi keras hukum Islam yang diberlakukan selama pemerintahan Taliban sebelumnya yang berakhir 20 tahun lalu.

Para menteri luar negeri dari kelompok negara-negara industri G7 akan membahas langkah-langkah evakuasi selanjutnya dari Afghanistan selama pertemuan virtual pada Kamis (19/8).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya