Berita

Tentara AS di Afghanistan/Net

Dunia

Kesulitan Evakuasi Warganya, Biden Perpanjang Keberadaan Pasukan AS di Afghanistan

KAMIS, 19 AGUSTUS 2021 | 09:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa pasukannya mungkin akan berada di Afghanistan melewati batas waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya, yaitu 31 Agustus.

Biden beralasan hal itu dilakukan untuk mengevakuasi sepenuhnya warga mereka dari Afghanistan, menyusul pernyataan Pentagon yang mengaku bahwa militer AS saat ini tidak memiliki kemampuan untuk menjangkau orang-orang di luar bandara Kabul.

“Jika ada warga Amerika yang tersisa, kami akan tinggal sampai kami mengeluarkan mereka semua,” kata Biden kepada ABC News, Rabu (18/8).


Pernyataan Biden datang di saat sebagian besar anggota parlemen AS yang menekannya untuk memperpanjang tenggat waktu yang telah ia tetapkan untuk penarikan terakhir.

Biden mendapat kecaman keras atas penanganan penarikannya, yang dalam beberapa hari terakhir didominasi oleh adegan kekacauan di dalam dan sekitar bandara Kabul dengan orang-orang yang mati-matian berusaha keluar dari negara itu.

Biden membela keputusannya, dengan mengatakan masalah tidak bisa dihindari dalam mengakhiri keterlibatan AS selama 20 tahun di sana.

“Gagasan bahwa entah bagaimana, ada cara untuk keluar tanpa kekacauan yang terjadi, saya tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi,” katanya.

Dia juga mengatakan saat ini Taliban telah bekerja sama untuk membantu orang Amerika keluar dari Afghanistan, namun Biden mengakui banyak menemui kesulitan terutama untuk mengevakuasi warga Afghanistan yang sebelumnya bersekutu dengan AS.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengakui kesulitan yang diungkap Biden.

“Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk terus mencoba dan meredakan konflik dan membuat jalan bagi mereka untuk sampai ke lapangan terbang. Saya tidak memiliki kemampuan untuk keluar dan memperluas operasi saat ini ke Kabul,” kata Austin kepada wartawan di Pentagon.

Austin mengatakan Amerika Serikat tidak puas dengan berapa banyak orang yang dievakuasi.

Seorang diplomat tinggi AS secara terpisah mengatakan pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat mengharapkan Taliban mengizinkan warga Afghanistan yang ingin meninggalkan Afghanistan untuk pergi dengan selamat.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya