Berita

UEA mengkonfirmasi bahwa mereka telah menjamu Presiden Afghanistan Ashraf Ghani atas dasar kemanusiaan/Net

Dunia

Afghanistan Diduduki Taliban, UEA Buka Pintu Untuk Ashraf Ghani

RABU, 18 AGUSTUS 2021 | 22:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tanda tanya besar soal ke mana Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pergi sesaat sebelum kelompok militan Taliban menguasai Kabul akhir pekan kemarin (Minggu, 15/8) terjawab sudah. Uni Emirat Arab (UEA) mengkonfirmasi bahwa mereka telah menjamu Ghani atas dasar kemanusiaan.

“Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional UEA dapat mengkonfirmasi bahwa UEA telah menyambut Presiden Ashraf Ghani dan keluarganya ke negara itu dengan alasan kemanusiaan,” begitu keterangan singkat yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri UEA, sebagaimana dikabarkan Al Jazeera.


Ghani sebelumnya dilaporkan angkat kaki dari Afghanistan dengan membawa empat mobil dan sebuah helikopter serta membawa uang tunai berkoper-koper, sesaat sebelum Taliban menduduki Kabul dan mengklaim kemenangan mereka. Kabar tersebut pertama kali dikemukakan oleh seorang sumber yang kemudian disampaikan Juru Bicara Kedutaan Rusia Nikita Ishchenko, kepada media.


Perwakilan khusus Presiden Rusia  untuk Afghanistan, Zamir Kabulov menggambarkan pelarian Ghani dari Kabul adalah hal yang memalukan. Dia menilai bahwa sudah seharusnya Ghani diadili dan dimintai pertanggungjawaban oleh rakyat Afghanistan karena meninggalkan mereka dengan cara yang tidak layak.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya