Berita

Deretan pejabat top di tubuh Taliban/BBC

Dunia

Ini Deretan Pemimpin Kunci di Tubuh Taliban, Siapa yang Berpotensi Pimpin Afghanistan?

SELASA, 17 AGUSTUS 2021 | 21:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mata publik dunia saat ini tengah menyorot Afghanistan, terutama usai negara itu direbut oleh kelompok militan Taliban akhir pekan kemarin. Dunia menanti kelanjutan dari dinamika yang masih terus berkembang di negara tersebut.

Setelah Amerika Serikat mulai menarik pulang pasukannya tahun ini, Taliban tidak butuh waktu lama untuk menduduki Kabul dan menendang pemerintahan Presiden Ashraf Ghani dari kursi kekuasaan. Kini, para pemimpin Taliban sedang dalam antrean untuk menjadi penguasa de facto Afghanistan.

Tentu saja, tugas dan tantangan yang akan dihadapi pemimpin baru Afghanistan tantinya jauh lebih menantang daripada tahun 1996, ketika mereka melakukan perebutan kekuasaan dan kemudian memerintah Afghanistan hingga tahun 2001.


Lantas, siapa saja pemimpin top di tubuh Taliban yang punya potensi besar untuk mengambil peranan pemerintahan di Afghanistan?

1. Haibatullah Akhundzada

Haibatullah Akhundzada adalah pemimpin tertinggi Taliban atau dikenal juga dengan istilah Amir al-Mu'minin. Dia berkuasa pada 2016, setelah mantan pemimpin kelompok itu, Akhtar Mohammad Mansour, tewas dalam serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat di Pakistan.

Dia memiliki kewenangan penuh dalam urusan politik, keagamaan dan hubungan militer di tubuh Taliban.

Merujuk The Washington Post, Akhundzada merupakan seorang ulama yang pernah menjadi hakim tertinggi Taliban dan pernah melarikan diri pada tahun 2001 ke Pakistan. Di negara tersebut, dia mengajar di sekolah-sekolah agama sebelum kemudian bergabung kembali untuk melayani di bawah Mansour.

Dari rekam jejaknya, dia tidak memiliki banyak pengalaman militer, dan sejak menjadi pemimpin de facto Taliban, dia telah fokus bekerja untuk meningkatkan keuangan kelompok, sebagian melalui perdagangan narkotika,

Di tubuh Taliban sendiri, dia berusaha untuk menyatukan faksi-faksi kelompok dan mengkonsolidasikan kekuasaan.

2. Abdul Ghani Baradar

Abdul Ghani Baradar merupakan co-founder alias salah satu pendiri utama Taliban. Dia menjabat sebagai deputi bidang politik di Taliban dan kepala kantor politik Taliban di Doha, Qatar.

Dia mengambil peran sebagai negosiator untuk pembicaraan damai di Doha dan merupakan pemimpin politik utama organisasi tersebut.

Baradar pernah dipenjara pada 2010 di Pakistan sebelum dibebaskan pada 2018 atas permintaan pemerintah Amerika Serikat. Sejak pembebasannya itu, dia menjadi pemimpin kelompok itu dalam pembicaraan damai.

Baradar juga lah yang tampaknya pada menolak upaya pemerintahan Joe Biden untuk menunda tanggal penarikan pasukan mereka pada Maret lalu. Amerika Serikat setuju untuk meninggalkan negara itu sebagai syarat kesepakatan damai yang dicapai dengan Taliban di bawah Presiden Donald Trump.

Pada kesepakatan damai tersebut, Baradar pula lah yang berbicara dengan Trump, tepatnya pada tahun 2020. Dia menjadi pemimpin Taliban pertama yang berkomunikasi langsung dengan presiden Amerika Serikat.

Ketika Taliban berhasil menduduki Kabul pada akhir pekan kemarin, Baradar merupakan sosok yang tampil ke publik dan menyampaikan pidato berapi-api. 


“Kami telah mencapai kemenangan yang tidak diharapkan. Kota harus menunjukkan kerendahan hati di hadapan Allah,” kata Baradar dalam sebuah pernyataan yang direkam di Doha.

“Sekarang ini tentang bagaimana kami melayani dan mengamankan orang-orang kami dan memastikan masa depan mereka dengan kemampuan terbaik kami," sambungnya.

3. Mohammad Yaqoob

Mohammad Yaqoob adalah putra tertua pendiri Taliban Mohammad Omar dan mengepalai militer organisasi tersebut.

Meski dia merupakan wajah yang relatif baru di Taliban, namun namanya dengan cepat menjadi terkenal setelah kematian ayahnya pada tahun 2013.

Oleh sebagian ahli, Yaqoob dianggap sebagai anggota moderat dari kelompok tersebut.

Ketika Taliban membuat keuntungan teritorial cepat akhir pekan kemarin, menurut kabar yang dimuat Associated Press, Yaqoob mendesak para pejuang untuk tidak menyakiti anggota militer dan pemerintah Afghanistan. Dia juga lah yang menyerukan gerilyawan untuk menahan diri dari penjarahan rumah-rumah kosong dan untuk memastikan pasar dan toko tetap berfungsi.

4. Sirajuddin Haqqani

Sirajuddin Haqqani merupakan putra dari Jalaluddin Haqqani, yang mendirikan Jaringan Haqqani, sebuah cabang dari Taliban yang ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat. Kini dia memimpin kelompok yang dikenal aktif melakukan aksi pemboman mematikan.

Selama misi di Afghanistan, pasukan koaliisi pimpinan Amerika Serikat menjadikan pemberantasan Jaringan Haqqani sebagai salah satu prioritas selama misinya.

Tetapi pada tahun 2017, kelompok itu kembali membawa teror dan ketakutan. Mereka mengumpulkan 5.000 pejuang di Afghanistan tenggara, semuanya dipimpin oleh Sirajuddin Haqqani.

Haqqani juga memimpin jaringan tersebut dan juga menjabat sebagai wakil pemimpin Taliban.

Dia diburu untuk diinterogasi oleh FBI sehubungan dengan serangan tahun 2008 di sebuah hotel di Kabul yang menewaskan enam orang, termasuk satu orang Amerika Serikat.

5. Abdul Hakim Haqqani

Abdul Hakim Haqqani adalah kepala tim perunding Taliban. Dia juga merupakan mantan kepala peradilan bayangan Taliban dan mengepalai dewan ulama yang kuat dan secara luas diyakini sebagai seseorang yang paling dipercayai Akhundzada.

6. Mohammad Abbas Stanekzai

Dia merupakan seorang mantan wakil menteri di pemerintahan Taliban sebelum penggulingannya tahun 2001 lalu. Stanekzai telah tinggal di Doha selama hampir satu dekade, dan menjadi kepala kantor politik kelompok itu di sana pada tahun 2015.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya