Berita

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD/Net

Politik

Dikritik Nonton Ikatan Cinta, Mahfud Balas Tuding Pengkritiknya Langganan Film Porno

SELASA, 17 AGUSTUS 2021 | 20:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Merasa geram atas kritik netizen di Twitter terhadap kebiasaan barunya di masa pandemi, yaitu menonton sinetron Ikatan Cinta, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, angkat bicara.

Dalam perbincangannya dengan publik figur, Daniel Mananta di Instagram, Mahfud melontarkan tudingan kepada para pengkrtitiknya di Twitter yang justru memiliki kebiasaan menonton yang lebih buruk.

Mulanya Mahfud bercerita, menonton sinetron Ikatan Cinta yang dia umumkan dalam akun Twitternya pada 15 Juli 2021 lalu, dilatarbelakangi oleh satu adegan yang membuatnya menarik. Yaitu, ada kejadian salah satu pemeran ditangkap Polisi karena mengaku membunuh.


"Saya ingin menyampaikan pesan (di Twitter saya), kok ada ya orang ngaku saya yang membunuh langsung dihukum," ujar Mahfud dalam perbincangannya dengan Daniel Mananta, Selasa siang (17/8).

Dari situ, Mahfud mengaku mulai tertarik, dan kemudian bertanya kepadanya istrinya mengenai judul film yang sedang ditontonnya.

"Oh namanya ini namanya ini, lalu saya cuit saja, lalu orang ribut suka nonton Ikatan Cinta," imbuhnya.

Maka dari itu, Mahfud menegaskan bahwa menonton Ikatan Cinta sebenarnya adalah suatu kebetulan. Justru katanya, ia lebih suka menonton film-film yang bertajuk detektif.

"Saya lebih banyak nonton film-film detektif, dan saya nonton di era-era ini malem, pagi gitu ya, nonton saja karena bisa belajar kita terutama film-film tentang pengadilan," tuturnya.

Setelah menjelaskan kebiasaannya yang suka menonton film detektif tersebut, Mahfud melontarkan tudinga kepada netizen atas cuitannya terkait sinetron Ikatan Cinta.

"Tapi saya, Daniel, saya enggak nonton film porno. Kan ada orang itu ngritik, ngritik itu suka nonton, padahal dia sendiri langganan film porno. Kalau saya enggak," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya