Berita

Praktisi hubungan internasional, Dinna Prapto Raharja/Net

Dunia

Keberhasilan Taliban Tanda Kekuatan Politik Afghanistan Lemah Tanpa Amerika

SELASA, 17 AGUSTUS 2021 | 08:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keberhasilan kelompok Taliban menduduk Kabul, Afghanistan terbilang mengejutkan. Mereka terbilang cepat dalam bergerak usai Amerika Serikat menyatakan menarik mundur pasukan.

Menurut praktisi hubungan internasional, Dinna Prapto Raharja peristiwa ini membuktikan bahwa kekuatan Afghanistan lemah tanpa bantuan dari pasukan Amerika Serikat

“Kejadian pendudukan Istana oleh Taliban terbilang mengejutkan. Berarti tanpa kehadiran AS maka kekuatan lawan-lawan politik domestik Taliban sebenarnya lemah,” tuturnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (17/8).


Terlepas dari itu, Dinna Prapto Raharja menilai bahwa kepemimpinan Joe Biden sedang meneruskan kebijakan Barack Obama dan Donald Trump untuk menarik pasukan dari Afganistan. Biden melanjutkan pesan politik Trump untuk tidak menginvestasikan sumber daya AS pada negara yang tidak bisa melindungi dirinya sendiri.

“Artinya politik global AS memang mengarah pada pragmatisme, hanya terlibat jika ada keuntungan politik secara langsung, secara ekonomi,” ucapnya.

Pendiri Synergy Policies ini mengingatkan agar Indonesia mencermati ketegangan yang terjadi di Afganistan tersebut dengan baik. Sebab, Taliban pasti akan mencari legitimasi internasional untuk mengukuhkan kepemimpinan mereka.

“Pertanyaannya adalah dengan cara apa dan kepada siapa,” katanya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya