Berita

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia/net

Politik

Komisi I DPR Desak Pemerintah Segera Evakuasi WNI di Afghanistan

SELASA, 17 AGUSTUS 2021 | 07:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah Republik Indonesia diminta untuk segera mengevakuasi warga negara Indonesia di Afghanistan seiring eskalasi keamanan yang meningkat di negera tersebut.

Permintaan ini disampaikan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia kepada redaksi sesaat lalu, Selasa (17/8). Menurutnya, evakuasi tersebut merupakan bagian dari upaya perlindungan WNI di luar negeri.

“Lakukan monitoring dan koordinasi intensif dengan dutabesar di Kabul untuk membuka posko evakuasi bagi WNI,” tegasnya.


Selain itu, Farah Puteri Nahlia juga meminta pemerintah melakukan pendataan yang akurat tentang berapa jumlah WNI baik yang terdata maupun tidak, dengan rencana kontijensi yang memuat langkah-langkah pengamanan WNI.

“Pastikan mereka dalam keadaan aman dan penuhi kebutuhan mereka sampai bantuan untuk evakuasi datang. Karena keselamatan WNI merupakan prioritas pemerintah Indonesia,” harapnya.

Terlepas dari itu, Farah berharap penyelesaian konflik tetap dapat dilakukan dengan mengedepankan kepentingan rakyat Afghanistan dalam perdamaian dan melibatkan seluruh pihak internal di Afghanistan.

“Karena perdamaian dan stabilitas adalah hal yang sangat diharapkan oleh masyarakat Afghanistan dan dunia internasional,” tutupnya.

Ketegangan di Afghanistan meningkat setelah Taliban berhasil menduduki Istana Negara. Kekacauan bahkan sempat terjadi di Bandara Internasional Kabul ketika warga Afghanistan membanjiri landasan terbang.

Penarikan pasukan Amerika Serikat setelah 20 tahun konflik tanpa henti, menyebabkan pemerintah runtuh dalam beberapa hari, sementara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pergi meninggalkan negara tersebut.

Situasi keamanan di Afghanistan membuat sejumlah negara mengevakuasi staf kedutaan dari Kabul. Amerika Serikat bahkan menyiapkan 5 ribu pasukan untuk membantu kepulangan diplomat dan warga Afghanistan yang memiliki visa khusus.

Finlandia berencana mengevakuasi hingga 130 pekerjanya di Afghanistan. Sementara Jerman juga akan mengurangi staf diplomatiknya di Kabul dan Denmark serta Norwegia akan menutup sementara kantor kedutaan mereka.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya